|
Presiden Minta Gubernur Kembangkan Intelijen Daerah
Kamis, 09 Juni 2005 | 21:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden meminta pemerintah daerah mengkoordinasikan kembali Badan Koordinasi Intelijen Daerah. Dalam petemuaan dengan seluruh gubernur di kantor kepresidenan hari ini, Presiden mengatakan, koordinasi itu terutama untuk menukar informasi dan mempercepat jalur-jalur informasi atau laporan dari daerah ke pusat.
Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi usai pertemuan mengungkapkan, pengembangan kembali intelijen daerah bukan untuk menakut-nakuti masyarakt, tapi untuk meningkatkan koordinasi unsur-unsur intel di daerah sehingga lebih terpadu saat mengantisipasi kasus-kasus teror.
"Kalau selama ini hanya mengandalkan Polri, intel dari Badan Intelijen Negara, dan TNI, saya rasa tidak cukup. Sehingga diharapkan elemen-elemen masyarakat paling tidak bisa berpartisipasi, khusunya untuk peringatan dini," ujar Presiden seperti dikutip Sudi.
Presiden menyesalkan kejadian bom di Tentena kepada Gubernur Sulawesi Tengah, serta menanyakan kenapa hal itu terjadi dan keberadaan gubernur saat kejadian.
Selain mengembangkan kembali Badan Koordinasi Intelijen Daerah, Presiden juga minta para gubernur melibatkan komponen-komponen masyarakat untuk pencegahan gerakan teroris. "Perlu kewaspadaan dan perhatian khusus terhadap daerah-daerah yang potensi ancaman terornya lebih besar dan daerah konflik," ujar Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf. (Sunariah)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/23/s_K18A04405_high_thumb.jpg) |
![Poster daftar pencarian orang (DPO) yang dipasang di tembok Gedung Jaya, Jakarta, 2 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/036/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/14/s_K18A03608_high_thumb.jpg) |
|
|
| Poster Daftar Pencarian Orang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|