|
TPF Pertanyatakan Komitmen Kepala BIN
Kamis, 09 Juni 2005 | 12:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir mempertanyakan komitmen Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Syamsir Siregar dalam membantu mengungkap kasus tersebut. Hal ini berkaitan dengan ketidakhadiran Hendropriyono untuk memenuhi undangan TPF yang kedua kalinya.
Menurut Ketua TPF Munir, Brigjen Marsudhi Hanafi, TPF langsung menyurati Syamsir tentang ketidakhadiran Hendro. Sebab, pemanggilan mantan Kepala BIN itu sudah masuk dalam agenda protokol TPF dengan BIN. “Supaya kepala BIN konsekuen dengan komitmen yang telah dibuat bersama,” kata Marsudhi kepada wartawan, Kamis (9/6).
Selain soal Hendro, dia juga mengeluhkan ketidakhadiran Deputi BIN Muchdi P.R. Padahal para pejabat BIN lainnya telah bersedia memenuhi undangan TPF. “Tapi kenapa untuk dua ini (Hendropriyono dan Muchdi) kok mundur-mundur terus,” ujar Marsudhi.
TPF menjadwalkan pertemuan dengan Hendro di gedung Komnas Perempuan, pada Senin (6/6). Namun, karena tidak dimasukan dalam agenda protokol TPF dengan BIN, ia pun mangkir. Setelah masuk dalam protocol, dan diagendakan untuk bertemua pada Rabu (8/6) sore, mantan Pangdam Jaya itu kembali tak datang.
Menurut kuasa hukumnya, Syamsu Djalal, Hendro tak datanga karena melayat salah satu rekannya yang meninggal dunia. Erwin Dariyanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|