|
Pelajar Indonesia Raih 2 Emas Fisika
Kamis, 09 Juni 2005 | 10:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah prestasi Internasional di bidang ilmu pengetahuan kembali diraih pelajar Indonesia. Kali ini, Anike Boawire, siswa SMUN 1 Serui, Papua dan Dhina Susanti, siswi SMAN 3 Semarang, masing-masing meraih medali emas pada olimpiade fisika
“The First Step to Nobel Prize in Physic” ke 12 yang diselenggarakan di Katowice, Polandia.
Menurut Yohanes Surya, Pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia, kedua pelajar itu mengirimkan paper mereka pada akhir Maret 2005. “Saya dapat kabar informal kemarin, dan akan resmi diumumkan satu atau dua pekan ke depan,” kata Yohanes kepada <>Tempo.
Menurut dia, Anike mengirimkan paper tentang gerakan chaos pada pegas yang diputar horisontal. Ide itu muncul ketika pada olimpiade fisika 2004, ketika melakukan gerakan horizontal tiba-tiba muncul chaos. “Dia tertarik, karena selama ini yang sudah diketahui baru chaos pada pegas yang diputar vertical,” ujar Yohanes.
Sedangkan Dhina meraih emas karena dalam papernya dinilai berhasil menemukan model untuk menjelaskan gerakan shuttlecock untuk badminton atau bulu tangkis. Lewat penelitian sejak September-Oktober 2004, Dhina berhasil menjelaskan seputar pergerakan shuttlecock pada saat servis, lob, atau smesh.
Selama ini, kata Yohanes, model gerakan bola pada sepak bola atau tenis sudah bisa dijelaskan. “Tapi untuk badminton baru Dhina yang mengkajinya,” tandas dia.
Selain Anike dan Dhina, sebetulnya ada satu pelajar Indonesia lainnya yang turut serta dalam kompetisi tersebut, yakni Kridha Handaya dari SMA Taruna Nusantara, Magelang. Dia mengirimkan paper tentang bunyi atau getaran pada alat musik tradisional, gong. “Tapi dia belum mendapatkan penghargaan apa-apa,” ujar Yohanes. Sudrajat
INDEKS BERITA LAINNYA :
|