|
TNI Belum Akan Menarik Pasukan dari Aceh
Rabu, 08 Juni 2005 | 16:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menyatakan pihaknya belum akan menarik pasukannya dari Nanggroe Aceh Darussalam meskipun Operasi Terpadu Darurat Sipil II sudah berakhir 18 Mei lalu.
Menurutnya, TNI akan mengevaluasi hasil operasi terpadu pasca-Perjanjian Penghentian Permusuhan (COHA) 2002 hingga Darurat Sipil II unutk menyesuaikan kekuatan yang akan ditugaskan di Aceh nantinya.
Sutarto menyatakan kalau memang GAM punya niatan baik, kenapa TNI harus dikurangi. "Saya malah
bertanya-tanya," kata Panglima di sela-sela pameran hasil operasi terpadu TNI selama Darurat Militer I sampai Darurat Sipil II di Cilangkap Jakarta, Rabu (8/6).
Mengomentari tentang kelanjutan perundingan antara RI-GAM, TNI tetap menghendaki tidak ada gencatan senjata, sebab selama ini ketika gencatan senjata berlangsung, hanya digunakan oleh GAM untuk mengkonsolidasikan diri kembali.
Jika GAM memang mempunyai tujuan untuk tidak lagi memisahkan Aceh dari NKRI, kata Panglima, maka yang harus dilakukan GAM adalah penyerahan senjata, bukan gencatan senjata.
Menurut Endriartono, TNI hanya melaksanakan apa yang menjadi keputusan politik pemerintah. "Kami tidak bersikap (tentang Helsinski) sejauh itu keputusan pemerintah, kami sudah beri masukan dan sudah kami sampaikan, itu saja kewajiban kami," kata dia.
Agus Supriyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|