Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hak Angket Tanker Pertamina Melaju
Selasa, 07 Juni 2005 | 14:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hak angket penjualan tanker raksasa Pertamina mendapat dukungan penuh dari sepuluh fraksi DPR. Selanjutnya DPR membentuk panitia khusus angket pertamina.

"Teknis pembentukan panitia khusus dilanjutkan kemudian," tutur Muhaimin Iskandar, pimpinan sidang paripurna sembari mengetuk palu sidang di Gedung DPR,Jakarta (7/6).

Seluruh fraksi, yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Partai Bintang Reformoasi (FPBR), Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD), dan Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) menyepakati perlunya penelusuran kasus penjualan tanker.

"Perlu adanya hak angket untuk menelusuri kasus penjualan tanker agar tercipta transparansi," ujar Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDIP. Menurut Tjahjo, hak angket bernilai strategis untuk mengemukakan persoalan yang terjadi sesungguhnya.

"Agar mengembalikan nama baik Megawati yang memang tidak bersalah," ujarnya. Penjualan tanker Pertamina terjadi saat pemerintahan Megawati dengan Laksamana Sukardi sebagai Menteri BUMN.

Tjahjo menolak apabila persetujuan PDIP semata ingin memberi pelajaran kepada Laksamana yang saat ini bergabung dalam Gerakan Pembaharuan PDIP. "Tidak ada kaitannya," katanya.

Sementara itu, Suryama dari FPKS mengatakan dukungan penuh atas hak angket tanker menandakan semangat parlemen. "Sangat bagus bagi tonggak tuntutan transparansi," ujarnya. Pertamina secara umum telah dianggap sebagai institusi yang tidak transparan dan diragukan efisiensinya. "Kasus tanker Pertamina ini hanya jadi salah satu kasus untuk menguak Pertamina," tambahnya.

yuliawati/purwanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal Tanker Innete I yang menjual premium di Perairan Tanjung Balai Karimun, Riau, 1992. [TEMPO/ Irwan E. Siregar; 08D/421/1992; 20040117]. Instalasi pipa-pipa penyuplai CPO ke kapal tanker di Pelabuhan Belawan, Medan, 4 September 2000. [TEMPO/ Robin Ong; 31D/283/2000; 20001114].
Kapal Tanker Innete I
Pipanisasi Pertamina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPPU Akan Ajukan Kasasi Putusan Kasus Pertamina
Keputusan KPPU Dibatalkan Pengadilan
Menneg BUMN Tunggu Rekomendasi Komisaris Pertamina
Frontline Berniat Ajukan Gugatan Internasional
KPPU Tidak Bawa Berkas, Sidang Ditunda
Kwik Usul DPR Gunakan Hak Angket
Pertamina Ajukan Banding Atas Putusan KPPU
KPK Terus Ungkap Kasus Penjualan Kapal Tanker Pertamina
Roes Nilai Wajar Pencabutan Haknya
Pemerintah Cabut Hak Roes dan Iin di Dewan Komisaris Pertamina
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri
Guru Tolak Aturan Pendanaan Pendidikan
Fernando Alonso Kuasai Free Practice 2
Al Amin Mengaku Tak Berpengaruh di Komisi Kehutanan DPR
Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data