|
Kedutaan RI di Canberra Dinyatakan Aman
Selasa, 07 Juni 2005 | 13:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Wilayah Canberra menyatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di kota itu aman. Kedutaan sempat ditutup selama empat jam, setelah bungkusan misterius kembali ditemukan di kantor diplomatik itu, Selasa pagi.
"Bungkusan sudah kami selidiki dan ternyata bukan sesuatu yang berbahaya," kata juru bicara Kepolisian Canberra seperti dilaporkan AFP.
Sang juru bicara menolak menjelaskan isi bingkisan, yang dilaporkan staf kedutaan ke polisi. Namun, media massa setempat menyebutkan, bingkisan berisi surat dan bubuk putih.
Reuters melaporkan, polisi menerima telepon dari staf kedutaan Indonesia pada pukul 9.48 waktu setempat (pukul 6.48 WIB). Para petugas penolong dan pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi. Jalan di depan kedutaan ditutup, dan seorang petugas menyiapkan dekontaminasi bagi para staf.
Rabu (1/6) lalu, sebuah bungkusan misterius yang belakangan diketahui berisi serbuk bakteri juga dikirimkan ke Kedutaan RI di Canberra. Bingkisan ini membuat kedutaan ditutup selama dua hari. Sebanyak 46 staf saat itu diisolasi, sebelum kemudian diizinkan pulang setelah dibersihkan dengan cairan disinfektan.
Aksi teror ini diyakini berhubungan dengan kemarahan publik Australia, atas vonis 20 tahun penjara bagi Schapelle Corby. Pengadilan Negeri Denpasar menyatakan gadis 27 tahun asal Australia itu terbukti menyimpan 4,1 kilogram mariyuana. Budi S
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812]](/hg/photostock/2005/03/28/s_FJ04081238_high_thumb.jpg) |
![Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]](/hg/photostock/2005/03/28/s_Robert Hill 2_high_thumb.jpg) |
| Presiden Soeharto dan John Howard
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|