|
Keluarga Ba'asyir Kecewa
Selasa, 07 Juni 2005 | 12:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Keluarga Abu Bakar Ba'asyir kecewa dengan keputusan tetap ditahannya ustad Pesantren Al Mukmin itu. Masa penahanannya yang berakhir Sabtu (4/6) lalu, keluarga pesantren sudah menyipakan penjemputan.
Menurut Abdur Rokhim, putra bungsu Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini, "Penahanan itu ilegal, permainan culas. Kami sampai tidak tahu harus berbuat apa lagi," ujar Rokhim, Selasa (7/6).
Rokhim yang kini menggantikan ayahnya mengajar di
Pesantren Al Mukmin mengaku sudah tidak mempercayai hukum di Indonesia. Penahanan ayahnya hanya
kepentingan penguasa atas intervensi asing. Ba'asyir dijadikan tersangka dalam kasus sejumlah pengeboman dan usaha pembunuhan terhadap Presiden Megawati.
Menurut Rokhim, sebenarnya tidak ada yang bisa diharapkan
lagi dari jalur hukum yang ditempuh termasuk upaya
untuk mempraperadilankan Kepala Lemabaga
Pemasyarakatan Cipinan Dedi Sutadi dan Menteri Hukum
dan HAM Hamid Awaluddin.
Imron Rosyid-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030979_high_thumb.jpg) |
![Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030978_high_thumb.jpg) |
| Pendukung Abu Bakar Ba'asyir
|
|
| Pendukung Abu Bakar Ba'asyir
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|