|
Kapolri Bantah Impor Senjata Rugi
Selasa, 07 Juni 2005 | 01:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar membantah adanya kerugian dari impor persenjatan untuk kepolisian melalui PT Pindad senilai Rp 90 miliar. Menurutnya, dari 5.000 pucuk senjata yang diimpor dari Cina, hanya enam unit yang rusak.
"Jadi tidak benar ada kerugian besar, impor pun bukan 20 ribu," tutur Da'i Bactiar di Gedung MPR/DPR, Jakarta (6/6).
Dari hasil kunjungan ke PT Pindad pekan lalu, Komisi I DPR menemukan adanya ketidakberesan impor AK 101 dari Cina. Dari impor sebanyak 20 ribu pucuk senjata, lebih dari 50 persen mengalami kerusakan.
"Karena kualitasnya sangat buruk, tidak sesuai standar internasional," ujar Djoko Susilo, anggota Komisi I DPR RI. Kualitas yang buruk disebabkan pemesanan tidak pada industri resmi, namun pada industri rumah tangga.
Dengan harga tiap pucuk sekitar US 500 dolar, maka nilai pembelian impor sebesar US 10 juta dolar atau Rp 90 miliar. "Kerugian negara dari pembelian yang mahal namun tidak berkualitas," ujarnya. Menurutnya, bebih dari separuh senjata tidak dapat digunakan.
Menurut Djoko, dari kasus ini terdapat unsur kesengajaan pihak-pihak yang mengambil kepentingan. "Belum tentu Kapolri, tapi bisa jadi rekanan," ujarnya. Transaski ini terjadi saat dipimpin Kapolri Jenderal Bimantoro. "Akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan Bimantoro oleh Komisi I," tambahnya.
yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|