|
Menhut Larang Impor Kayu Untuk Rehabilitasi Aceh
Senin, 06 Juni 2005 | 12:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebutuhan kayu untuk rehabilitasi Aceh pasca tsunami akan dicukupi dari dalam negeri. Karena itu pemerintah tak akan mengizinkan pembelian kayu dari negara luar.
“Indonesia tidak kekurangan kayu untuk rehabilitasi Aceh pasca tsunami. Kalau ada yang mau donasi silahkan,” kata Menteri Kehutanan M.S Kaban dalam rapat kerja dengan Komisi IV di Gedung DPR, Senin (6/5).
Ia memperkirakan kebutuhan kayu untuk rehabilitasi Aceh selama lima tahun sebesar 7 juta m3. Saat ini jatah tebangan kayu tiap tahunnya sampai 2004 sebesar 5,6 juta m3. “Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan kayu di Aceh pemerintah perlu menambah jatah tebangan sebesar 8 juta m3 pada tahun 2006,” ujarnya.
Untuk menambah jatah tebangan tersebut, Kaban menegaskan, tidak dilakukan dengan memperluas area tebangan, tetapi dengan diberlakukan kebijakan soft landing, yaitu dengan mempercepat pembangunan hutan tanaman dan pemanfaatan kayu dari hutan alam.
“Kayu yang bisa digunakan (untuk rehabilitasi Aceh) misalnya kayu kelapa. Jadi jangan terpaku pada jenis kayu tertentu saja seperti pinus, meranti, jati, dan merbau,” kata dia. Rini Kustiani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|