Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

LSM: Tahap Penetapan Hasil Pilkada Paling Rawan
Senin, 06 Juni 2005 | 04:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah LSM, terdiri dari Institut Titian Perdamaian, LBH Jakarta, Perludem, KIPP, KRHN, dan Cetro, menyampaikan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2005 sangat rawan terjadinya konflik horisontal antar-masa pendukung peserta Pilkada. Menurut mereka tahapan penetapan hasil Pilkada merupakan potensi terbesar pecahnya konflik, disebabkan ketidakpuasan calon dan masa pendukungnya.

"Masyarakat masih berfikir bahwa tata cara penetapan hasil Pilkada sama dengan tata cara penetapan pemenang Pilpres," kata Didik Supriyanto, Ketua Pengurus Nasional Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dalam paparan pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Minggu (5/6).

Menurutnya, masyarakat harus disadarkan bahwa tata cara penetapan pemenang pemilihan kepala daerah berbeda dengan pemenang pemilihan presiden, di mana pasangan calon yang memperoleh 50 persen lebih dinyatakan sebagai pemenang dan bila tidak ada pasangan calon yang mencapai 50 persen lebih dilakukan pilihan ulang. "Masyarakat masih berfikir seperti itu," ujarnya.

Padahal, menurut pasal 107 ayat 2 UU No. 32 tahun 2005 dinyatakan bahwa pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 25 persen dan terbanyak maka dinyatakan sebagai pemenang. "Artinya sangat mungkin ada pasangan calon yang mendapatkan suara 26 persen dinyatakan sebagai pemenang dan mengabaikan 74 yang tidak memilih. Itu kan tidak fair," kata Didik.

Kondisi yang tidak fair karena kelemahan undang-undang ini, lanjut Didik, akan mengundang amarah bukan karena pasangan calon dan masa pendukungnya yang kalah tidak bisa menerima kekalahan tetapi protes karena pasangan calon hanya dipilih oleh sedikit orang.


Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731]. Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]
Yogie SM
Gubernur NTB
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PDIP Tolak Berkoalisi dengan Partai Demokrat
Aat Syafa'at-Rusli Ridwan Unggul Sementara
Warga Cilegon Antusias Datangi TPS
Dua Kelompok Nyaris Bentrok Saat Pencoblosan
Mendagri: Dana Hambat Pemilihan Kepala Daerah
Pengaduan Kecurangan Pilkada di Kutai Belum Ditanggapi
Kalla : Jangan Pilih Kepala Daerah Karena Asalnya
Ada Kartu Suara Bergambar Calon di Purbalingga
KPUD Depok Bantah Data Pemilih Tak Valid
Ditemukan Ribuan Nama Pemilih Ganda di Depok
> selengkapnya...


Referensi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data