Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wafatnya Imam Khomeini Diperingati di Indonesia
Sabtu, 04 Juni 2005 | 22:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Umat Islam Indonesia, terutama dari kalangan Syiah memperingati hari wafatnya pemimpin Revolusi Iran, Imam Ayatullah Rohullah Khomeini, Sabtu (4/6).

Di Jakarta, haul Imam Khomeini dipusatkan di Gedung Islamic Cultural Centre (ICC) Jln. Buncit raya, Jakarta Selatan. Hadir pada acara itu seorang ulama dari Iran, Ali Reza Arafi, juga tokoh agama Indonesia, Salahuddin Wahid.

Di Surabaya hari wafatnya Imam Khomeini diadakan di sebuah rumah di Jl Mrutu Kalianyar, Surabaya. Hampir seribu orang mengikuti haul tokoh yang dikagumi umat Islam sedunia. Peringatan tahun ini memasuki tahun ke-16.

Peringatan di Surabaya diikuti umat Islam Syiah dari segenap penjuru Jawa Timur. Selain dari Surabaya, mereka tiba dari Pasuruan, Malang dan sejumlah daerah lainnya. Peringatan ini diisi dengan salawat dan tanda perkabungan menepuk dada dengan tangan keras-keras. Mereka sebagian besar mengenakan pakaian warna hitam sebagai tanda berduka.

Umat Syiah juga mengutuk perbuatan keji yang dilakukan Amerika Serikat dengan membombardir tempat-tempat suci umat Islam di Irak. Mereka melihat adanya upaya Amerika Serikat untuk memporakporandakan komplek Makam Sayidina Ali, tokoh utama umat Syiah yang terletak di Najaf, dan Imam Hussain di kota Karbala.

Deddy Prihambudi, salah seorang pengikut Islam Syiah menyatakan, tradisi haul untuk Imam Khomeini tak ubahnya tradisi memperingati wafatnya orang-orang yang berjasa seperti halnya dalam tradisi Jawa. Tradisi haul cukup mengakar di kalangan ahlussunah waljamaah. "Ini adalah upaya untuk memperbaruhi semangat dan meniru jalan lurus yang ditempuh oleh para pendahuulu kita,"kata aktifis LBH Surabaya itu.

Bagi Deddy, Imam Khomeini adalah sosok yang teguh mempertahankan pendiriannya. Khomeini adalah sosok pemimpin sejati yang hingga wafatnya menjalani hidup sederhana dan tidak ada gemerlap harta yang diwariskan ke anak cucunya.

Imam Khomeini memimpin penggulingan rezim Shah Iran Reza Pahlevi yang didukung Amerika Serikat tahun 1979 dan meninggal 4 Juni 1989. Ia lahir di kota kecil Khomein, Iran tahun 1903. Sebelum memimpin revolusi, Imam Khomeini sempat diasingkan ke Paris, Perancis oleh pemerintahan Shah Iran.

AT/Sunudyantoro


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Poster Nike Ardila, karangan bunga dan penduduk berkumpul di lokasi kecelakaan/ tabrakan mobil artis Nike Ardila,  Bandung, 1995 [TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/034/1995; 20010711]. Pemakaman Direktur Utama (Dirut) PT Asaba, Boedyharto Angsono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta, 22 Juli 2003. [TEMPO/ Santirta M; K17A/432/2003; 20030923].
Pemakaman Boedyharto Angsono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jubir Deplu : Perwakilan Asing Harus Update Travel Advisory Juga
Polisi Minta Penjagaan Hotel Diperketat
Fauzi Bowo Minta Agar Lurah dan Camat Tidak Kecolongan
Kedutaan Amerika Kembali Peringatkan Ancaman Bom
Wapres Melayat Jenazah Radius Prawiro
Hukum Cambuk di Aceh Untuk Perkara Sederhana
Juru Bicara Deplu : Jangan Ada Kesan Tidak Bersahabat
Korban Timika Percaya Komitmen Yudhoyono
Yudhoyono Kenalkan Dua Putranya ke Bush
Radius Prawiro Wafat
> selengkapnya...


Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data