|
PLTU Suralaya Bocor, Jawa Bali Terancam Gelap
Sabtu, 04 Juni 2005 | 18:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya diindikasikan mengalami kebocoran. Akibat pemadaman pemanas uap (boiler) sejak Sabtu pukul tiga dini hari mengakibatkan kekurangan pasokan 600 megawatt.
Menurut Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Perusahaan Listrik Negara (PLN), Ali Herman Ibrahim, indikasi kebocoran diketahui setelah terjadi penurunan tekanan yang terpantau dalam monitor. "Dari pada ada kejadian yang lebih fatal maka di shutdown dan diperiksa," kata Ali di Jakarta Sabtu (4/6).
Untuk mendinginkan boiler tersebut, menurut Ali, memerlukan waktu 24 jam sehingga belum dapat mengetahui terjadinya kerusakan. "Jadi diperiksa besok kalau ternyata ada gangguan akan diganti, kalau tidak ada gangguan maka akan di protect lagi supaya tidak ada indikasi turun pressure,"katanya.
Untuk memperbaiki semua itu, memerlukan waktu maksimal lima hari. "Sebenarnya untuk memperbaikinya hanya butuh 1-2 hari saja yang membuat lama adalah proses pendinginan boiler dan memanaskannya kembali,"kata Ali.
Menurut Ali pemadaman boiler di Suralaya tidak terlalu memberatkan sistem kelistrikan. Namun adanya keterlambatan pengiriman bbm 35 ribu ton ke PLTGU Muara Karang mengakibatkan sistem pembangkit Jawa-Bali mengalami kekurangan pasokan listrik sebesar 1100 megawatt. "Pasokan dari Muara Tawar berkurang 500 megawatt ditambah dengan Suralaya 600 megawatt,"ujarnya.
Muhamad Fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|