|
Presiden Perintahkan Intelijen Deteksi Teroris
Jum'at, 03 Juni 2005 | 23:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan aparat intelijen terus memantau dan mendeteksi kemungkinan kelompok teroris melakukan serangan kembali, setelah peristiwa bom Tentena, Poso, Sulawesi Tengah.
Instruksi tersebut disampaikan Jumat malam (3/6), setelah tiba dari lawatannya ke tiga negara. Presiden tiba di tanah air sekitar pukul 21.00 WIB dengan pesawat kepresiden Airbus A330. Selama 30 menit, Presiden mendengarkan paparan dari sejumlah menteri dan Kepala Polri Jenderal Da’i Bachtiar mengenai situasi selama meninggalkan tanah air.
Menurut Da’i, Presiden minta aparat dan masyarakat meningkatkan kesiagaan terhadap hal-hal yang mencurigakan. Presiden juga minta polisi terus mengembangkan penyidikan untuk menemukan jaringan teroris guna mengungkap kejadian di Tentena.
Da’i mengungkapkan, saat ini polisi sedang mengembangkan motif apa di belakang bom Tentena. “Tapi memang betul, kalau pelaku bom di Tentena terkait dengan di Ambon dan sekitarnya,” ujarnya.
Untuk mencegah teror bom di Jakarta, Da’i mengatakan, polisi terus meningkatkan kesiagaan dan mengetatkan penjagaan terutama di tempat umum. Polisi sudah membentuk satu unit khusus untuk mengejar kelompok teroris. (Sunariah)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|