|
Presiden Kutuk Teror di Kedutaan RI
Jum'at, 03 Juni 2005 | 11:22 WIB
TEMPO Interaktif, Tokyo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis, hubungan Indonesia dan Australia tak akan terganggu dengan pengiriman paket berisi bubuk bakteri ke Kedutaan RI di Canberra, Rabu (1/6) lalu.
"Hubungan kedua negara selalu menghadapi tantangan, kadang pasang tapi kadang juga surut," kata Presiden dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang, hari ini.
Kendati begitu, Presiden mengutuk pengiriman paket yang membuat kantor Kedutaan ditutup itu. Ia juga menafikan sikap anti-Indonesia di Australia, setelah vonis 20 tahun bagi Schapelle Corby yang dinyatakan terbukti bersalah membawa 4,1 kilogram mariyuana oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Jumat pekan lalu.
"Kami tidak menoleransi obat-obatan terlarang dan narkotika, karena itu merupakan masalah besar bagi kita semua -- orang Indonesia, Australia, dan seluruh dunia," kata Yudhoyono.
"Saya selalu berusaha meyakinkan semua orang, termasuk orang Australia, Indonesia, semua, bahwa penegakan hukum terhadap kejahatan yang berhubungan dengan penyelundupan narkotika harus dilakukan," kata Presiden. "Corby bisa melakukan banding, bila ia mau."
Presiden pun berharap "kesadaran untuk bekerja sama" bisa mengatasi masalah hubungan Indonesia dan Australia yang kini muncul. "Kedua negara telah mencapai kemajuan di banyak hal, seperti kerja sama melawan terorisme yang akan diteruskan di masa mendatang," tuturnya.
Malam ini, Presiden dijadwalkan akan tiba di Tanah Air setelah melakukan lawatan ke Amerika Serikat, Vietnam, dan Jepang. AFP
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812]](/hg/photostock/2005/03/28/s_FJ04081238_high_thumb.jpg) |
![Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]](/hg/photostock/2005/03/28/s_Robert Hill 2_high_thumb.jpg) |
| Presiden Soeharto dan John Howard
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|