Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Australia Cemaskan Aksi Balas Dendam
Jum'at, 03 Juni 2005 | 10:21 WIB

TEMPO Interaktif, Canberra:

Meski belakangan disebut-sebut bahwa serbuk bakteri yang dikirim ke Kedutaan Besar Indonesia di Canberra bukanlah jenis bakteri berbahaya, namun tak pelak isu ini menimbulkan kecemasan di Australia. Perdana Menteri Australia John Howard khawatir, teror bakteri tersebut menimbulkan efek balik yang akan membahayakan diplomat Australia di Indonesia. “Meski bubuk itu terbukti tidak mematikan, ada bahaya bahwa bakal timbul aksi balas dendam yang mengancam diplomat Austrlia,” kata Howard saat menjawab pertanyaan pemimpin oposisi Kim Beazly, Kamis (2/6).

Amplop surat berisi serbuk bakteri itu diterima staf kedutaan Indonesia Rabu (1/6) lalu. Segera setelah mendapat laporan, pihak keamanan Australia bertindak cepat dengan mengisolasi kedutaan dan melakukan prosedur pembersihan kimia terhadap para staf kedutaan. Belum diketahui siapa pengirim surat yang ditujukan kepada Duta Besar Imron Cotan yang sedang tidak di kantornya. Yang pasti, bakteri kiriman itu bukan jenis antraks seperti yang ditakutkan.

Ada dugaan, surat itu dikirim berkaitan dengan vonis hukuman penjara 20 tahun bagi Schapelle Leigh Corby, gadis warga Australia yang kedapatan membawa narkoba saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Namun sejauh ini, pihak keamanan Australia belum bersedia mengungkap benarkah isi surat ancaman itu berkaitan dengan kasus Corby. Mereka hanya menyebut, surat itu berbahasa Indonesia. “Isinya, sangat menyerang pihak Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri Alexander Downer ketika ditanya benarkah isi surat berkaitan dengan kasus Corby.

Daru Priyambodo/Sydney Morning Herald

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard  di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812] Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]
Presiden Soeharto dan John Howard
Robert Hill
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Parlemen Australia Dikirimi Bingkisan Mencurigakan
Mabes Polri Kirim Tim Selidiki Teror Anthrax di KBRI
Wapres Minta Australia Tangkap Pelaku Teror Anthraks
"Pesan Berbakteri" di Kedutaan RI Berbahasa Indonesia
Fraksi Golkar Sayangkan Teror ke KBRI di Australia
Bakteri di Kedutaan RI Tak Berbahaya
Bakteri Ditujukan untuk Duta Besar RI
Paket di Kedutaan RI Canberra Berisi Bakteri
Howard Minta Maaf ke Indonesia
Kedutaan RI di Canberra Diteror Serbuk Kimia
> selengkapnya...


Referensi

UU Nomor 1 tahun 1999 tentang Pengesahan Perjanjian Antara RI-Australia Mengenai Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Presiden Akui Banyak Program Belum Tersosialisasi Luas
Zuma untuk Gwen Stefani
Sepatu Kasual nan Gaya
Presiden : Banyak Unjuk Rasa di Daerah Salah Alamat
Pemerintah Dinilai Gagal Mengerem Pemekaran Daerah

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data