|
Rusadi Utang Dana Taktis KPU
Jum'at, 03 Juni 2005 | 07:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rusadi Kantaprawira, anggota Komisi Pemilihan Umum mengaku mempunyai utang dana taktis kepada Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin. Dia berutang biaya perjalanan istrinya, yang mengikuti dirinya tatkala berkunjung ke sejumlah negara di Eropa Barat yakni Prancis, Italia, Belanda, Jerman, Swiss dan Vatikan.
"Maksudnya tiketnya ditalangi dana KPU dulu, baru kemudian dipotong dari honor Pak Rusadi," kata M. Utomo Karim, pengacara Rusadi saat dihubungi semalam di Jakarta. Namun, Rusadi hingga saat ini belum melunasinya.
Sumber Tempo di Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan, biaya perjalanan anggota KPU dan istrinya ke luar negeri sebagian berasal dari dana rekanan yang dikumpulkan Hamdani. Dana gelap itu digunakan untuk membeli tiket, dan uang saku.
Rusadi, menurut Karim, memang sering mendapat tugas dari Ketua KPU Nazaruddin Sjamsudin ke luar negeri untuk melakukan sosialisasi pemilu. "Sebab dianggap paling menguasai," ujarnya.
Pengajar Universitas Padjajaran itu, selain ke Eropa Barat pernah ditugasi ke Chili, Jepang, Taiwan, dan Mexico. Ada beberapa perjalanan yang biayanya ditanggung pihak pengundang seperti ke Jepang, yang ditanggung Japan International Cooperation Agency (JICA). Ada juga berasal dari kocek KPU sendiri.
Rusadi mengaku hanya membawa istrinya sekali saja, yakni ketika ke Eropa Barat. Karim mengaku tidak tahu secara persis berapa utang kliennya itu. "Ya tidak terlalu besar karena negara-negara Eropa saling berdekatan, bisa pakai kereta api," ujarnya.
Dalam pemeriksaan di KPK kemarin, Rusadi juga mengakui menerima telepon genggam yang dibagikan Hamdani. Tapi Rusadi tidak tahu darimana dana untuk membeli Nokia N6600. "Jadi bukan Nokia Communicator 9210i (seperti anggota KPU yang lain)," ujarnya.
KPK kemarin juga memeriksa kembali Hamdani. Dia tetap menyatakan, dana haram yang dikumpulkan telah dinikmati seluruh anggota KPU.Edy Can
INDEKS BERITA LAINNYA :
|