|
Bakteri Ditujukan untuk Duta Besar RI
Rabu, 01 Juni 2005 | 20:14 WIB
TEMPO Interaktif, Sydney: Kiriman paket yang kemudian diketahui berisi bubuk putih mengandung bakteri ditujukan kepada Duta Besar RI di Australia, Imron Cotan. Namun, bingkisan lebih dulu dibuka oleh staf kedutaan. Cotan pun saat itu tidak berada di kantor.
Menurut laporan AFP, 22 staf hingga kini masih "ditahan" di dalam kantor kedutaan. Mereka pun diharuskan mandi dengan cairan antikuman. Para petugas dari Departemen Kesehatan Australia yang datang tampak mengenakan pakaian berpelindung.
Di luar gedung, ambulan, mobil pemadam kebakaran, dan mobil polisi terus berjaga-jaga. Sikap siaga ini akan terus dilakukan hingga bisa dipastikan jenis bakteri, yang menurut Perdana Menteri John Howard, mirip dengan bakteri pembawa antraks.
Polisi menyatakan, serbuk putih bertaburan ke lantai ketika staf kedutaan membuka amplop yang ditujukan ke Cotan, Rabu pagi. Pada Rabu siang, polisi sudah terlihat mengepung kantor kedutaan. Petugas pemadam kebakaran dan ambulans pun disiagakan. Namun, kantor Kedutaan Amerika Serikat dan Prancis yang berada dekat Kedutaan RI buka seperti biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Canberra, Charles Guest, mencoba menenangkan situasi. Menurut dia, bakteri di Kedutaan RI bukan dari golongan bakteri yang mematikan. "Serbuk itu masih terus diteliti," kata dia, "mungkin saja dari jenis bakteri yang mengancam." AFP
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812]](/hg/photostock/2005/03/28/s_FJ04081238_high_thumb.jpg) |
![Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]](/hg/photostock/2005/03/28/s_Robert Hill 2_high_thumb.jpg) |
| Presiden Soeharto dan John Howard
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|