|
Howard Minta Maaf ke Indonesia
Rabu, 01 Juni 2005 | 15:35 WIB
TEMPO Interaktif, Sydney: Perdana Menteri Australia John Howard meminta maaf kepada pemerintah Indonesia atas terjadinya teror terhadap Kedutaan RI di Canberra, pagi ini. Menurut dia, aksi teror dengan menggunakan bahan kimia yang membuat Kedutaan RI ditutup itu kasus pertama di negaranya.
"Jika hasil awal penyelidikan benar, inilah pertama kalinya serbuk kimia dikirimkan di Australia," kata Howard kepada wartawan di Sydney, Australia, Rabu (1/6).
Sebuah bingkisan misterius ditemukan di Kedutaan RI di Canberra, Rabu siang waktu setempat. Aparat setempat menyimpulkan, bingkisan yang ditujukan kepada Duta Besar Imron Cotan itu ternyata berisi serbuk kimia. Sebanyak 22 staf Kedutaan kini diisolasi selama paling tidak 48 jam.
Howard menyebutkan, kiriman itu ditujukan sebagai "balasan" atas vonis 20 tahun terhadap Schapelle Corby oleh Pengadilan Negeri Denpasar, pekan lalu. "Kasus ini akan merusak citra (Australia) di banyak orang Indnesia dan pasti tidak akan membantu Schapelle Corby," tuturnya.
Juru bicara Kedutaan Indonesia, Dino Kusnadi, menolak berkomentar atas masalah ini. Adapun Kepolisian Federal Australia menyebutkan, isolasi selama 48 jam terhadap staf kedutaan merupakan "hal standar dalam kasus seperti ini". AFP/Budi S
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812]](/hg/photostock/2005/03/28/s_FJ04081238_high_thumb.jpg) |
![Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]](/hg/photostock/2005/03/28/s_Robert Hill 2_high_thumb.jpg) |
| Presiden Soeharto dan John Howard
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|