Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla Minta Hamid Tetap di Finlandia
Selasa, 31 Mei 2005 | 20:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin yang menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tetap tinggal di Helsinki, Finlandia selama satu-dua hari setelah pertemuan keempat berakhir, Selasa (31/5) ini.

Hal itu dimaksudkan agar Hamid menyelesaikan pembuatan draf yang akan ditandatangani pada pertemuan berikutnya.

Kalla sendiri memperkirakan perundingan dengan GAM di Helsinki, Finlandia memasuki tahap formal atau penandatangan pada Agustus mendatang. Sebab, kedua delegasi pada perundingan keempat sudah mencapai kesepahaman terhadap hampir semua isu pokok.

Walaupun hampir semua isu pokok seperti menyangkut nama NAD, sistem, amnesti, politik dan ekonomi mencapai kesepakatan, tetapi masih ada satu dua poin yang perlu dibahas lagi oleh kedua delegasi. Namun, Kalla tidak mau menyebutkan poin apa yang belum mencapai kesepakatan.

"Sudah hampir 90 persen hal-hal pokok yang mengganjal sudah disetujui," kata Kalla kepada wartawan di kantornya, Selasa (31/5).

Mengenai keterlibatan Uni Eropa dalam perundingan ini, ia menegaskan posisi mereka hanya sebagai observer dan tim monitoring setelah terjadi kesepakatan antara kedua delegasi. "Pemerintah menyetujui suatu tim regional seperti Asean, juga Uni Eropa sebagai observer," jelasnya. Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes SIRA dengan spanduk bertuliskan Dutch must to withdraw declaration of war to kingdom of achenes di kedutaan besar/ kedubes Belanda, Jakarta, 28 Maret 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto.; K1A/025/2001; 20010417]. Spanduk anti militer pada protes warga Aceh yang menuntut agar Pemerintah segera menyelesaikan kasus pembantaian rakyat Aceh dan menarik TNI dan POLRI dari Aceh, di depan kantor PBB Jakarta, Senin 24 April 2000. [Bernard Chaniago/Tempo; 20000424]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Dapat Melelang Jaminan Debitor
DPD : 10 Hari Tak Terungkap, Kapolda dan Kapolri Mundur Saja
Kalla Yakin Pelaku Bom Tentena Segera Ditangkap
Kalla: Azahari Di Balik Bom Poso
Wapres: Teroris Kembali Masuk Poso
Kalla Batal Kunjungi Lokasi Ledakan
Wapres: Bom Tentena Tak Terkait Penutupan Kedubes AS
Kalla: Pembom Tentena Sama Dengan Pelaku Teror di Ambon
GAM Desak Gencatan Senjata Dengan TNI
Jusuf Kalla Kunjungi Kota Kelahirannya
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Empat Tahap Resolusi Konflik
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Gerakan Aceh Merdeka
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data