|
Nasional
PKB Alwi-Saifullah Tetap Dukung Asas Pluralisme
Selasa, 31 Mei 2005 | 18:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PKB versi Alwi-Syaifullah tetap akan mendukung partai yang plural dan terbuka. Asas ini tetap dipertahankan,mengingat secara realitas suara konstituen penuh dengan kemajemukan.
“Secara pragmatis perlu melihat konteksnya, tidak bisa Timika disamakan dengan Situbondo,” kata A.S Hikam, anggota FPKB DPR pendukung kubu Alwi- Saifullah, Selasa (31/5).
Dia membantah kubu Alwi-Saifullah, akan membentuk PKB dengan asas Islam. “Itu hanya menegaskan PKB didirikan oleh Nadhlatul Ulama,” ujarnya menjelaskan hasil tausiyah para kiai dalam Musyawarah Nasional, Minggu (30/5).
Sebelumnya diberitakan para kiai pendukung Alwi-Saifullah mengusulkan agar PKB berasaskan Islam ahlussunah wal jamaah, seperti Nahdlatul Ulama (Koran Tempo, 31/5). Usulan itu tertuang dalam nasihat Munas Alim Ulama PKB di Surabaya, 28-29 Mei.
Menurut Hikam, tausiyah itu hanya menegaskan PKB menggunakan asas NU dengan akidah Islam Ahlusunnah wal Jama'ah. “Asas NU sendiri kan asas Pancasila,” ujarnya.
Wakil Ketua PKB Jawa Timur Fathorrasjid juga melontarkan pernyataan senada. Menurut dia, PKB adalah partai jalan tengah antara yang ekstrim
menyatakan agama urusan pribadi, dan ekstrim lainnya harus berdasarkan agama.
"Jalan tengahnya yang diinginkan pelaksanaannya nilai-nilai ajaran Islam, tetapi tak harus dalam simbol-simbol tertera dalam AD/ART," ujarnya.
Taushiyah ulama itu kata fathorrasjid hanya mengingatkan agar dalam pelaksanaannya partai mempunyai prinsip-prinsip Islam, sehingga rekrutmen kader partai yang menjadi ajang utama, bukan sekedar memenuhi stigma partai terbuka, sehingga banyak non NU dan non muslim langsung direkrut tanpa melalui mekanisme partai.
"Jadi kalau daerah itu basis Islam, sembilan puluh persen pengurusnya Islam," katanya. Yuliawati dan Adi Mawardi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|