|
RI-GAM Sepakati Sejumlah Hal
Selasa, 31 Mei 2005 | 13:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perundingan pemerintah Indonesia dan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia, menemukan titik terang menuju kesepakatan. "Sudah (banyak) hal yang disepakati," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Jalil yang dihubungi Tempo dari Jakarta, Selasa (31/5).
Perundingan putaran keempat ini, kata Sofyan, membicarakan masalah seperti amnesti bagi anggota GAM, hak pengelolaan sumber daya ekonomi, dan partai politik. Dari materi itu, menurut dia, kini masalah partai politik masih terus dicarikan kesepahaman.
Perundingan yang difasilitasi Crisis Management Initiative pimpinan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari itu dihadiri delegasi Uni Eropa sejak Senin (30/5). Menurut Maria-Elena Cowell, juru bicara CMI, delegasi Uni Eropa hanya melihat situasi untuk melihat kebutuhan Aceh di masa damai.
Sofyan Jalil membenarkan bahwa Uni Eropa berniat menjadi penengah bila perjanjian damai kelak telah disepakati. "Mereka bertanya bagaimana jaminan keamanannya, karena mereka hanya sebagai wasit," ujarnya.
Pemerintah Indonesia sendiri, kata Sofyan, masih belum bisa mengatakan apakah setuju dengan Uni Eropa. Ia menyatakan, penengah bisa dilakukan oleh Uni Eropa atau ASEAN. "Uni Eropa menegaskan mereka datang hanya kalau diundang pemerintah Indonesia dan GAM menyetujui," ujarnya. Yophiandi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|