Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bill Clinton : Jangan Ada Korupsi dalam Rekonstruksi Aceh
Senin, 30 Mei 2005 | 21:31 WIB

TEMPO Interaktif, Aceh Besar:Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton yang menjadi utusan khusus United Nations (UN) dalam urusan bantuan tsunami Aceh. Dalam konferensi pers di ruang informasi Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pukul 18:30 malam (30/05), Clinton berjanji akan membantu merekonstruksi Aceh selama dua tahun ke depan.

Selain ikut bagian dalam rekonstruksi Aceh, Clinton juga
menyebutkan terus mencarikan dana bantuan untuk
pembangunan Aceh ke depan. Dia berharap selama dua
tahun ke depan, warga Aceh sudah bisa kembali ke
kehidupan yang normal, mempunyai rumah yang layak dan
anak-anak sudah bisa kembali ke sekolah.

Membangun akses ekonomi dan rekonstruksi yang baik
menjadi target PBB di Aceh pasca tsunami. Selain itu
Aceh juga bisa menjadi tempat parawisata yang bisa
menarik, karena kondisi alamnya sangat bagus. "Banyak
pribadi yang telah menyumbang ke Aceh, dan mereka
tentunya ingin melihat kondisi Aceh setelah normal
nanti,"katanya.

Dalam membangun Aceh, diperlukan keamanan yang baik.
Untuk itu Clinton mengajak semua pihak agar bisa ikut
menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung di Aceh.
Clinton mengaku terkesan dengan perundingan yang
dilakukan untuk menyelesaikan konflik di Aceh. "Kalau
konflik selesai, masalah lain juga selesai,"katanya.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Clinton telah
bertemu dan berdiskusi dengan para tokoh masyarakat,
dan juga melihat kondisi pengungsi di beberapa tenda pengungsian di Aceh Besar. Menurutnya, yang telah dilakukan sekarang harus cepat lagi. "Telah banyak hal baik yang terjadi, sudah ada klinik, anak-anak juga tidak
kekurangan gizi,"ujar Clinton.

Clinton juga menilai banyak langkah positif
yang telah diambil untuk rekonstruksi Aceh, seperti
membantu ekonomi masyarakat dan usaha mendata tanah
yang didanai oleh Bank Dunia. "Saya telah membaca
dokumen rekonstuksi Aceh, bagus. BRR telah bekerja
bagus selama ini,"katanya.

Tentang korupsi, Clinton menilai UN telah bekerja sama
dengan pemerintah untuk sama-sama menjaga agar tidak
terjadi korupsi dana bantuan Aceh. Selain itu juga
bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang
terpercaya guna membangun Aceh. Clinton menyebutkan,
kalau dalam pertemuan bersama Ketua BRR, Kuntoro
Mangkusubroto, masalah korupsi juga disinggung, "Semua
lembaga yang membantu harus ikut UU anti korupsi,"
kata Clinton menirukan Kuntoro.

Adi Warsidi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Clinton Datang ke Aceh dengan Penjagaan Ketat
Anggota Parlemen Jepang Cek Distribusi Bantuan di Aceh
Urusan Jadup Masih Belum Beres di Aceh
Pembangunan Barak Berpotensi Rugikan Negara Rp 111 Miliar
Nelayan Aceh Butuh Bantuan Boat
Barak dan Rumah di Banda Aceh Tergenang Air Pasang
Jerman dan Australia Rehabilitasi RSU Zainoel Abidin
Lima Perusahaan Amerika Segera Pasok Kayu ke Aceh
Dana Untuk Badan Rekonstruksi Cair Rp 30 Miliar
Tak Ada Pengurangan Pasukan di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu
Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan

Website

International Monetary Fund
Asian Development Bank
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Fernando Alonso Kuasai Free Practice 2
Al Amin Mengaku Tak Berpengaruh di Komisi Kehutanan DPR
Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa
Kapolda Jawa Barat Mengaku Ditawari Suap Rp 10 Miliar
Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data