Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kalla: Azahari Di Balik Bom Poso
Minggu, 29 Mei 2005 | 23:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pola pengeboman di Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Poso, Sulawesi Tengah mirip dengan yang dilakukan kelompok Azahari dan Noordin Moh Top. "Namun, kami belum bisa memastikan sebelum mereka ditangkap. Tapi pola perilakukanya, sama dengan sistem yang mereka pakai," ujarnya malam ini di Pangkalan Halim Perdanakusumah, setiba dari kunjungannya ke Palu, Sulawesi Tengah.

Pemerintah kecewa mengapa hingga saat ini Azahari belum tertangkap. Karena itu, kata Kalla, pemerintah menugaskan dua jenderal kepolisian memimpin tim khusus untuk mengungkap bom Poso. Namun, dia tak mau menyebutkan namanya. Tim ini diberi waktu seminggu. "Saya optimistis ini cepat diungkap," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf yang tadi pagi berkunjung langsung ke Tentena, menambahkan, hingga saat ini 51 orang korban yang dirawat di RS Tentena, dan 2 orang dirawat di Palu. "Korban meninggal 20 orang," ujarnya.

Menurut Kalla, semua korban sudah diberi santunan. Pemerintah juga telah mengerahkan dokter dan tim medis untuk menangani korban.

Kalla berharap masyarakat berpartisipasi melaporkan jika ada orang-orang mencurigakan. "Sebab, biasanya kelompok Azahari bersembunyi di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Pemerintah bersyukur komunitas Islam dan kristen di Tentena, tidak terpengaruh kejadian ini. "Tokoh-tokoh Islam malah datang ke Tentena untuk menyampaikan duka cita," ujar Kalla.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mayat korban ledakan bom yang ditemukan lagi di lokasi  asrama yayasan kesejahteraan mahasiswa Aceh (YKNA) Iskandar Muda,  kawasan Manggarai, Jakarta, 11/05/2001 ( TEMPO/ Rini PWI).  Polisi tim Gegana polda Metro Jaya menyisir bom yang diperkirakan masih ada di lokasi ledakan di sebuah rumah jalan Cikoko Barat III No. 23 RT. 03/RW. 05, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Juni 2001. [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital I
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penjagaan Bandara Cengkareng Diperketat
Wapres: Teroris Kembali Masuk Poso
Pemerintah Janji Ungkap Bom Tentena
Presiden: Saya Kembali Bila Tak Teratasi
Kalla Batal Kunjungi Lokasi Ledakan
Rapat Polkam Bahas Bom Tentena
Di Pasar Sulit Bedakan Pembawa Belanjaan dan Bom
Polisi Jaga Ketat Kedutaan AS dan Australia
LSM Minta Kapolri Nonaktifkan Kapolda Sulteng
Wapres: Bom Tentena Tak Terkait Penutupan Kedubes AS
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Ledakan di Jakarta 2003
Paketan Bom di Indonesia
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Tim Relawan: Korban Biasanya Orang Kecil
Jejak Langkah Azahari
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data