|
Pembukaan Mukernas dan Munas Ulama PKB
Gus Mus dan Idris Marzuki Beri Sambutan
Sabtu, 28 Mei 2005 | 15:27 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Salah seorang deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Mustofa Bisri dan Wakil Ketua Dwan Syuro PKB Idris Marzuki menjadi kiai istemewa dalam Pembukaan Mukernas dan Munas Ulama PKB kubu Alwi Shihab di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (28/5). Sebab, kedua kiai itu diberi kesempatan untuk memberikan sambutan.
Selain kedua kiai itu, sedikitnya 25 kiai sepuh turut menghadiri acara tersebut. Mereka ditempatkan di atas panggung aula utama Hall Zaitun yang dirancang dengan mewah.
Para kiai itu diantaranya, Abdullah Faqih (Langitan), Idris Marsuki (Kediri), Muhaimiman Gunardo dan Warsun Munawir (Jateng), Anwar Iskandar (Kediri), Soleh Qisyim (Sidoarjo), Ahmad Sofyan dan Kholil As’ad (Situbondo), Ma’ruf Amin (Banten), Ubaidillah Faqih (Langitan), Mas Subadar (Pasuruan), Zainuddin Jazuli (Ploso), dan Fawaid As’ad (Situbondo).
Sementara itu, kiai khos yang tak datang adalah Muchit Muzadi, Khotib Umar (Jember), Abdurrahman Chudori (Tegalrejo), Abdullah Abbas (Buntet), Yusuf Hasyim (Jombang), dan Nawawi (Sidogiri).
Yang menarik, sebelum acara usai KH Abdullah Faqih buru-buru meninggalkan acara dengan pengawalan ketat. Wartawan yang berusaha mewawancarai kiai Faqih dilarang oleh Satgas.“Jangan mas, kiai sedang lemah, perlu istirahat,” ujar seorang petuga.
Selain dihadiri 25 kiai khos acara itu juga dihadiri ratusan kiai dari berbagai daerah di Jatim. Mereka menjadi peserta dan penggembira Munas dan Mukernas.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PKB Alwi Shihab menyatakan, kehadiran KH Mustofa Bisri ( Gus Mus) sebagai bentuk legitimasi atas kepemimpinannya. Karena Gus Mus adalah salah satu kiai yang menjadi deklarator PKB tujuh tahun silam.
“Insya Allah ini merupakan salah satu bentuk legitimasi atas perjuangan yang kita lakukan. Karena beliau adalah deklarator PKB,” kata Alwi sambil tersenyum.
Namun, pernyataan Alwi ini dibantah oleh Gus Mus. Ketika memberikan mauidhah chasanah (wejangan), Gus Mus menyatakan apa yang dikatakan Alwi tidak benar. Sebab, kedatangannya bukan diundang untuk Munas dan Mukernas. “Saya diundang untuk memberikan mauidhah chasanah,” katanya. Adi Mawardi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|