Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Wapres : Hasil Pemilu Legislatif Beda dengan Pilkadal
Sabtu, 28 Mei 2005 | 06:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah DPD I Partai Golkar Sulsel di Hotel Marannu Makassar, Jumat malam (27/5), menyatakan hasil yang diperoleh Partai Golkar pada Pemilu legislatif yang lalu akan sangat berbeda dengan hasil suara pemilihan Kepala Daerah langsung. Karena itulah ia berharap Partai Golkar jangan mabuk kemenangan.

Menurut Kalla, hasil suara yang diperoleh pada Pemilu legislatif yang lalu hampir tidak ada relevansinya.
"Pada pemilu legislatif, yang berkampanye dan yang dipilih adalah calon-calon yang banyak sekali," ujar Kalla.

Contohnya di Makassar sendiri, masyarakat Makassar yang memilih Golkar pada Pemilu legislatif yang lalu, selain karena programnya, kemungkinan karena banyak calon yang dipilih. "Tetapi kalau pemilihan kepala daerah, itu yang dipilih sendirian karena itu berbeda," ujarnya.

Menurut Kalla, ia berhak berbicara seperti ini karena ia adalah yang memenangkan pemilihan secara langsung sebagai buktinya. Jika dihitung-hitung suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan dirinya hanya memperoleh 11 persen dalam pemilihan Presiden yang lalu. "Tapi toh dapatnya sampai 60 persen,"katanya.

Kemudian jika hitung-hitung secara matematis pula, Presiden Megawati saat itu seharusnya mendapat 60 persen suara karena ia didukung oleh partai-partai besar. Namun dalam pemilihan, Megawati ternyata tidak dapat memenangkan Pemilihan PResiden. "Jadi tidak bisa hitung-hitungan secara matematis, sama sekali tidak," katanya.

Dalam bagian lain sambutannya, Jusuf Kalla menyatakan tujuan partai Golkar bukanlah untuk memenangkan pemilihan Kepala Daerah dan bukan untuk memenangkan Pemilu. Tujuan partai Golkar adalah membawa masyarakat indonesia menjadi makmur.

Namun untuk mencapai tujuan tersebut harus ada langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain yang pertama, bekerja secara langsung untuk kemakmuran rakyat, dan kemudian lewat peran-peran kenegaraan. "Apa peran kenegaran itu? Mulai anggota DPR tingkat II, tingkat I, sampai Pusat, Bupati, Gubernur, Menteri, dan juga Wakil Presiden,"kata Kalla yang langsung disambut tepukan meriah kader Golkar Sulawesi Selatan.

Peran maupun tugas-tugas kenegaraan tersebut, menurut Kalla, adalah salah satu langkah untuk mencapai tujuan Partai Golkar tersebut. Karena itu, memenangkan jabatan Bupati bukanlah tujuan Partai Golkat. "Karena kalau itu jadi tujuan, banyak orang akan kecewa,"katanya. Karena di Sulsel sendiri hanya ada 23 jabatan Bupati dan 1 Gubernur. "Sementara anggota Partai Golkar jutaan," katanya.

Selain membuka secara resmi rakerda DPD I partai Golkar Sulsel, Jusuf Kalla juga memberikan pesan pemenangan bagi 10 pasangan calon Bupati dari partai Golkar untuk Pilkada di Sulsel. Kunjungan Kalla ke Sulsel ini adalah yang pertama kalinya sejak ia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Akbar Tanjung.

Hadir sejumlah fungsionaris DPP Partai Golkar antara lain, Ketua DPP Andi Matalatta, Sekjen Partai Golkar Sumarsono. Hadir juga Ketua DPD Tingkat I Golkar Sulsel HM Amin Syam yang juga Gubernur Sulawesi Selatan.

Dimas Adityo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pendukung PDI Perjuangan pada karnaval/ kampanye bersama partai-partai peserta pemilu di jalan Thamrin, Jakarta, 19 Mei 1999 [TEMPO/ Mahanizar; 32D/259/1999; 20010406]. Suasana perhitungan suara pada pemilihan umum/ Pemilu 1999 di TPS Vila Nusa Indah, Bogor, 8 Juni 1999 [TEMPO/ Mahanizar; 32D/266/2000; 20010406].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Anggaran KPU Untuk Mendukung Pilkada Cair
Pemilih Bisa Peroleh Surat Keterangan Ikuti Pilkada
Nur Miswari Bantu Lepaskan Sandera di Filipina Selatan
Kalla Resmikan Masjid di Samping Rumah Orang Tuanya
Kalla: Pergantian Anggota KPU Tak Tergesa
Wapres Minta Lampu Reklame Dipadamkan
Badrul Kamal dan Abdul Wahab Abidin Mangkir
KPU Depok Segera Umumkan Pemenang Lelang Logistik
Calon Wali Kota Depok Dikawal Dua Polisi
Jusuf Kalla: Golkar Targetkan 60 Persen Dalam Pilkada
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Akbar Tandjung
Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data