Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Satu Brimob dan Tiga Anggota GAM Tewas
Kamis, 26 Mei 2005 | 20:45 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Tiga anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Bate Iliek, Bireuen, dan satu anggota Brimobda Sulawesi Tanggara tewas dalam sebuah pertempuran di Desa Teupin Kupula, Jeunib, Bireuen, Kamis (26/5).

Menurut Kapolres Bireun Ajun Komisaris Pol. Yanto Tarah, peristiwa tersebut terjadi setelah pasukan Brimobda dari Sulawesi Selatan dan Polres Bireun pada pukul 23.00 WIB Rabu malam menerima informasi adanya anggota GAM di kawasan Desa Sawang Keupula.

Pada pukul 6.30 WIB pasukan dari Brimob dan Polres curiga terhadap lima orang berseragam loreng lengkap mirip pasukan TNI, namun setelah koordinasi dan terlihat dari senjata yang dipakai, maka pasukan Brimob memilih menyerbu.

Kontak tak dapat dihindarkan dan berlangsung selama 30 menit. Tiga anggota GAM tewas di tempat. Di pihak Brimob, satu tewas bernama Bripda Irwan Setiawan dan satu lainnya terluka Briptu Daiman Kim Hai yang kini dirawat di Rumah Sakit Dr Fauziah Bireun.

Dari lokasi kejadian, aparat menyita tiga pucuk senjata laras panjang milik GAM, satu senjata jenis SS1, dan dua AK 56 dan sejumlah peralatan tempur GAM.

Panglima GAM wilayah Bate Ilik Bireun Darwis Jeunib, yang dihubungi Tempo mengakui adanya insiden tersebut. "Tiga anggota kami syahid, yang lain berhasil lolos,“ ujar Darwis yang dihubungi melalui telepon selulernya.

imran lhokseumawe

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes SIRA dengan spanduk bertuliskan Dutch must to withdraw declaration of war to kingdom of achenes di kedutaan besar/ kedubes Belanda, Jakarta, 28 Maret 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto.; K1A/025/2001; 20010417]. Spanduk anti militer pada protes warga Aceh yang menuntut agar Pemerintah segera menyelesaikan kasus pembantaian rakyat Aceh dan menarik TNI dan POLRI dari Aceh, di depan kantor PBB Jakarta, Senin 24 April 2000. [Bernard Chaniago/Tempo; 20000424]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Keamanan, Fokus Pembicaraan RI-GAM di Helsinki
KTP Merah Putih Akan Diganti
Pertemuan Ketiga RI–GAM Diharapkan Capai Kesepakatan
Tim Gabungan Pemburu GAM Dibentuk
Polda Metro Jaya Kirim Pasukan ke Aceh
Tiga Anggota GAM Terbunuh
Presiden: Otonomi Khusus Solusi Final Konflik Aceh
Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
RI-GAM Bahas Proposal Otonomi Khusus
Perunding RI Besok Berangkat ke Finlandia
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Gerakan Aceh Merdeka
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data