|
Nasional
PGRI Dukung Pengelolaan Guru Dikembalikan ke Pusat
Kamis, 26 Mei 2005 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendukung adanya rekrutmen dan pengelolaan guru dikembalikan menjadi kewenangan pusat. Harapannya, seluruh guru akan mendapat kesempatan yang sama dalam pengembangan kemampuan dan kesejahteraannya.
Selain itu, masalah ketimpangan distribusi guru di daerah dapat teratasi. "Dengan demikian, status guru menjadi pegawai pusat bukan lagi daerah," ujar Mohamad Surya, Ketua PGRI, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (26/5).
Hal ini menurutnya, dipandang perlu dalam kerangka pembangunan otonomi dan profesionalisme guru. Sebab, perekrutan dan pengelolaan guru yang menjadi kewenangan masing-masing daerah selama ini, membuat terjadinya perbedaan perlakuan terhadap guru pada daerah yang berbeda.
Masalah lainnya, menurut Surya, guru yang berstatus pegawai daerah menjadi lebih loyal terhadap pemerintah daerah tempat dia bekerja. Akibatnya, guru malah dapat berubah menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah setempat untuk kepentingan tertentu. "Otonomi dan profesionalismenya menjadi kabur," ujarnya.
Selain itu, munculnya fanatisme daerah membuat sulit bagi seorang guru untuk dapat diterima atau mengajar ke daerah lain. "Akhirnya ini menyulitkan bagi pemerataan distribusi guru," kata Surya. Rinaldi Dorasman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|