Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bush Percaya Yudhoyono Akan Reformasi TNI
Kamis, 26 Mei 2005 | 11:52 WIB

TEMPO Interaktif, Washington: Presiden Yudhoyono berjanji kepada Presiden Amerika Serikat George Walker Bush untuk mempercepat reformasi TNI, guna memulihkan hubungan militer kedua negara.

"Pak Presiden (Yudhoyono) menyatakan kepada saya, bahwa ia sedang mereformasi TNI, dan saya percaya kepadanya," kata Bush kepada wartawan setelah pertemuan keduanya di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington, Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Yudhoyono yang duduk di samping Bush menyatakan, pertemuan kedua pemimpin negara itu memang membahas pemulihan hubungan militer yang diputus lebih dari 10 tahun lalu, setelah meletus insiden Santa Cruz di Dili, Timor Timur. "Kami telah berbuat banyak dalam proses reformasi militer di Indonesia," kata dia, yang juga pernah mengenyam pelatihan militer di Amerika.

Presiden Yudhoyono berharap, di masa mendatang, kedua negara bisa memulihkan secara penuh hubungan militer itu. Menurut dia, TNI sangat membutuhkan peralatan militer dan bantuan pelatihan dari Amerika.

Menanggapi harapan Yudhoyono itu, Bush menyatakan, pemerintahnya akan berusaha memenuhinya. "Adalah masuk akal bahwa kami melakukan pertukaran militer. Kami ingin perwira-perwira muda (Indonesia) untuk datang ke Amerika. Kami ingin pertukaran militer kedua negara, yang akan membantu menciptakan saling pengertian yang lebih baik," tuturnya.

Sebelum bertemu Bush, Yudhoyono lebih dulu bertemu Petsy Spiers, guru dan janda korban penembakan di Timika, Agustus 2002 silam. Kasus ini menjadi bagian penting dari proses normalisasi hubungan kedua negara, yang kini terganjal di Kongres. AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Ralph L Boyce (kiri) menerima cindramata dari Azyumardi Azra setelah memberikan pidato pada seminar,
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Ralph L Boyce dan Azyumardi Azra
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amerika Tutup Kedutaan dan Konsulat
Presiden Akan Bertemu Janda Korban Timika
Presiden: Hamid Diberhentikan Jika Diminta KPK
Achmad Mubarok dan Agus Abubakar Kuda Hitam
Pengurus Partai Demokrat Berseteru Tak Dapat Suara
Mahasiswa Cirebon Segel Rumah Walikota
Pembusukan Calon Ketua Partai Demokrat Beredar di Sanur
RI Minta Dikeluarkan dari Prioritas Pemantauan Amerika
Kuota Haji Mungkin Naik, Ongkos Tidak
Temuan TPF Munir: BIN Bohong
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa
Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan
Simulasi Pemilihan 2009 Dinilai Tak Efektif
Bapepam Akan Gugat Eurocapital
Buffon Bantah Hengkang ke City

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data