Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pembangunan Barak Berpotensi Rugikan Negara Rp 111 Miliar
Rabu, 25 Mei 2005 | 16:42 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menemukan indikasi penyimpangan dalam pembangunan hunian sementara (barak) untuk para pengungsi di Aceh. Indikasi penyimpangan itu ditemukan GeRAK setelah melakukan investigasi di beberapa barak di Aceh seperti di Lhong Raya, Banda Aceh.

"Indikasi ini bisa berpotensi kerugian negara sebesar Rp 111 miliar," kata Akhiruddin Mahyuddin, Koordinator GeRAK Aceh, di kantornya Banda Aceh (25/05). Menurut dia, indikasi penyimpangan sudah nampak pada proses pembangunan yang tidak sesuai prosedur.

Sebanyak 1.306 unit barak yang dibangun oleh kontraktor lokal dan BUMN tidak memliki dokumen kontrak. Padahal dokumen itu sangat dibutuhkan dalam proses pengadaan barang dan jasa, jika nilai proyeknya diatas Rp 5 juta, sesuai dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Temuan GeRAK di lapangan, terjadi kemahalan harga
dalam pembangunan barak di Aceh. Dari dokumen data
yang dikeluarkan Dinas Perkotaan dan Pemukiman NAD,
dana yang dialokasikan untuk satu unit barak adalah
sekitar Rp 250 juta. Sedangkan dari perhitungan GeRAK
Aceh, anggaran yang dihabiskan dalam satu barak siap
huni hanya Rp 180 juta, begitu juga hasil hitungan GTZ
(kerjasama Teknik Jerman dengan pemerintah Indonesia).

Akhiruddin menyebutkan, perhitungan biaya barak yang
dilakukan mereka dan GTZ, sudah memperhitungkan survei
harga pasar bahan bangunan selama beberapa hari,
survei upah buruh dan keuntungan kontraktor.

Di barak Lhong Raya, Banda Aceh, GeRAK menemukan
pembangunan barak di sana tidak sesuai dengan bistek. Antara lain, ukuran umpak yang seharusnya 3:1 ternyata dibuat 4:1 tanpa kerangka besi. Lampu yang digunakan harusnya lampu hemat energi seharga Rp 35.000, tetapi menurut Akhiruddin, "Yang gunakan di barak, lampu pijar harga Rp 4.500."Adi Warsidi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nelayan Aceh Butuh Bantuan Boat
Barak dan Rumah di Banda Aceh Tergenang Air Pasang
Jerman dan Australia Rehabilitasi RSU Zainoel Abidin
Dana Untuk Badan Rekonstruksi Cair Rp 30 Miliar
Tertib Sipil Aceh Mulai Besok
Menhut Tolak Impor Kayu Untuk Aceh
Anggaran Rekonstruksi Aceh Belum Turun
Deputi Menlu AS Kunjungi Aceh
Menteri Pertanian Menjenguk Farid Faqih
Sebagian Bantuan Masih Tertahan di Pelabuhan
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data