|
Ratusan Kiai Serukan Ulama Tak Terlibat Konflik
Senin, 23 Mei 2005 | 20:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 300 ulama yang mengatasnamakan Ulama Pesantren dari Jawa-Madura menyerukan kepada seluruh ulama dan tokoh masyarakat selalu proaktif sebagai "juru damai bangsa" dan tidak terlibat konflik yang berimplikasi kepada umat.
Seruan itu disampaikan dalam Silaturahim Ulama dan Kiai se Jawa-Madura di Pondok Pesantren Ngalah, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Senin (23/5).
Mereka juga menyerukan agar para ulama tetap menjadi pengayom semua golongan sesuai dengan realitas Indonesia yang plural. "Ulama Pesantren yang merupakan bagian dari bangsa Indonesia menempatkan kembali nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," demikian Seruan Ulama Pesantren yang dibacakan Nur Nasro Hadiningrat dari Tuban.
Dalam seruan itu, mereka mengamanatkan kepada mantan Presiden Abdurrahman Wahid untuk "tetap mengendalikan dan mengawal Indonesia dari ancaman krisis baik ekonomi, politik, sosial, maupun harga diri bangsa".
Abdurrahman Wahid di tempat menilai, ulama Indonesia berbeda dengan ulama luar negeri. Sebagai Rijaluddin, ulama Indonesia mempunyai faham dan mazhab yang berbeda-beda. Dalam kondisi Negara yang tak jelas, ulama mempunyai andil besar. "Yang didengar oleh rakyat hanya ulama," tuturnya, yang mengaku datang ke acara itu hanya memenuhi undangan. Adi Mawardi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|