|
Nasional
Terkait Polio, Pemerintah Akan Revitalisasi Posyandu
Minggu, 22 Mei 2005 | 20:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan segera merevitalisasi pos pelayanan terpadu (Posyandu) terkait dengan ditemukannya kasus polio di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. "Mungkin tahun depan," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ketika dihubungi Tempo, Minggu (22/5).
Penyebab matinya posyandu, kata Siti, karena mengendurnya perhatian PKK menyusul krisis ekonomi pada 1997. "Karena krisis ekonomi, ibu-ibu PKK juga ikut mencari penghasilan untuk keluarga. Perhatian (terhadap posyandu) mulai kendur," ujarnya.
Saat ini, Departemen Kesehatan tengah menyusun konsep guna mengupayakan revitalisasi ini. Untuk anggaran, ia mengaku tengah dibahas oleh jajarannya. Proses revitalisasi diprioritaskan untuk daerah yang membutuhkan dahulu. "Yaitu daerah-daerah pelosok," ujar Siti.
Anggaran ini nantinya, kata dia, dipakai untuk menyediakan tempat permanen bagi posyandu. "Tidak seperti sekarang yang di emperan. Posyandu akan menjadi sesuatu yang bisa dipegang," katanya. Selain itu, anggaran ini juga untuk memberi perhatian bagi peserta PKK yang aktif.
Upaya pengajuan anggaran untuk revitalisasi ini, menurut dia, akan dibahas dalam Rapar Dengar Pendapat dengan DPR Kamis (26/5) mendatang.
Untuk penanganan polio di daerah outbreak yaitu Sukabumi, kata Menkes, pemerintah Indonesia mendapat pujian dari WHO dalam World Health Assembly di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu. WHO yang menyatakan polio kali ini adalah musibah dunia menyatakan penanganan polio di Indonesia berhasil.
"Indikatornya jika 3 bulan outbreak hanya terjadi di Sukabumi. Hingga saat ini tidak ada kasus baru lagi," katanya. Ami Afriatni
INDEKS BERITA LAINNYA :
|