|
Nasional
Achmad Mubarok dan Agus Abubakar Kuda Hitam
Minggu, 22 Mei 2005 | 05:54 WIB
TEMPO Interaktif, Sanur:Pada hari kedua Kongres I Partai Demokrat di Bali, sejumlah kandidat ketua umum sudah mulai melakukan pendaftaran kepada panitia kongres. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 21.00 Wita, tercatat sedikitnya 11 nama yang telah mendaftarkan diri: Subur Budhisantoso, Taufik Effendi, Achmad Mubarok, Suratto, Soekartono Hadiwarsito, Agus Abu Bakar, Hamidah Hamid, Soetan Batoegina, Sys NS, Nurhayati Ali Assegaf, dan Hadi Utomo.
Dua kandidat lainnya yang selama ini santer namanya disebut-sebut langsung gugur setelah tata tertib disahkan kongres. Kedua calon yang gugur itu adalah Gubernur DKI Sutiyuso dan mantan Menpora Hayono Isman. Sebab dalam tatib diatur, calon ketua umum minimal harus pernah duduk setahun sebagai pengurus partai.
Calon lain yang tidak terdengar kabar beritanya adalah
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Bahkan
dia jarang sekali terlihat pada kesempatan kongres.
Pengesahan tata tertib memang dianggap selesai, namun
masih ada satu ayat yang ditunda pembahasannya. Yakni
soal syarat calon ketua umum yang diusulkan peserta.
Sebagian peserta menghendaki agar syarat calon ketua
umum berijasah sarjana S1. Syarat ini murni merupakan
syarat yang diajukan peserta kongres. Sebab dalam draf
tidak tercantum. "Ini merupakan akibat dari rivalitas
dari masing-masing tim sukses,"kata Mubarok dalam
jumpa pers yang digelar di lobi depan Hotel Inna Grand
Bali Beach, Sanur, sekitar pukul 20.00 Wita.
Bagi Mubarok sendiri, persyaratan manapun yang akan
disetujui kongres pada Minggu (22/5) pagi, hal itu
tidak berpengaruh bagi dirinya. Sebab dirinya telah
lulus S3 dan menyandang gelar professor. Dia mengaku
kasihan terhadap Sys maupun Soekartono jika
persyaratan ketua umum harus berijasah S1. "Saya
sendiri sebenarnya lebih memilih untuk tidak usah
mencantumkan pendidikan S1,"katanya.
Terkait aturan tambahan yang membuat sidang jadi molor
tersebut, peserta kongres sepakat membawa masalah itu
kepada Ketua Dewan Penasehat DPP PD Soesilo Bambang
Yudhoyono. SBY selanjutnya akan membahas bersama tim
dan akan menyerahkan kembali Minggu pagi kepada
kongres. Apakah kongres akan menerima konsep yang
ditawarkan SBY bersama tim? Itu berpulang kepada
seluruh peserta selaku pemilik kedaulatan partai.
"Jadi bisa voting bisa tidak pada sidang Minggu pagi,\"
kata Sekretaris Panitia TM Sihombing.
Jika Mubarok melakukan jumpa pers, lain lagi yang
dilakukan Sys dan Nurhayati Assegaf. Kedua kandidat
itu memilih menghadiri peluncuran buku karya Munawar
Daud Noeh yang berjudul "Ziarah Nurani SBY" di ruang
Baris Bar Hotel Inna Grand. Namun Nurhayati menampik
kalau kehadirannya di acara peluncuran buku itu
dikatakan sebagai kampanye. Begitu pula dengan Sys.
Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh
anggapan-anggapan sempit seperti itu. Dia tampak
serius memberikan komentar atas buku yang diluncurkan
itu.
Mubarok saat ditanya pers soal terdaftarnya
Menneg PAN Taufiq Affendi sebagai ketua umum, dirinya
berkomentar bahwa Taufiq tidak santun. Taufiq dinilai
tidak santun karena tidak mau mengindahkan peringatan
Presiden SBY. Konon SBY mengingatkan agar anggota
kabinetnya tidak ada yang merangkap jabatan. "Ya,
kalau pak Taufiq tetap maju, dia berarti tidak
santun,"tegas Mubarok.
Orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Achmad Mubarok dan Agus Abubakar diperkirakan akan menyalip nama lain yang biasa disebut media massa.
Made Mustika
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|