Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jenasah Masitoh Sampai Juga di Ponorogo
Sabtu, 21 Mei 2005 | 21:56 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Setelah terkatung-katung selama dua minggu lebih, akhirnya jenazah seorang TKI asal Ponorogo yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Kuwait dapat dipulangkan.

Sabtu (21/5) jenazah Siti Masitoh (40) tiba di Bandara Udara Adi Sumarmo, Solo setelah diterbangkan secara marathon dari Kuwait dengan pesawat Qatar Air Line 626 menuju ke Indonesia melalui Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta dan selanjutnya dengan Garuda GA 224 di bawa ke Solo. Keluarga Siti Masitoh, termasuk suaminya Misenun, menjemputnya sendiri untuk dibawa pulang ke Dukuh Dasun, Desa Bangunrejo, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur.

Menurut Mulyadi dari Migrant Care, Masitoh meninggal pada tanggal 1 Mei lalu. Dari keterangan majikan tempat Masitoh bekerja, Ahmad Yashir, perempuan yang menjadi TKI sejak tahun 2001 tersebut meninggal karena serangan darah tinggi. Pihak keluarga terakhir
melakukan kontak dengan almarhum pada bulan April,
ketika Misenun menelpon dan meminta agar isterinya
pulang. "Saat itu keluarga hendak mengadakan hajatan
pernikahan salah satu adik kami, tetapi Masitoh
bilang tidak bisa pulang karena kontraknya belum
selesai,"ujar Misenun di Bandara Solo.

Kontrak Maisatoh sebenarnya tinggal dua bulan, karena
pada bulan Juni mendatang. Misenun hanya bisa pasrah
dengan nasib yang harus diterima keluarganya. Dia
mengakui sejak isterinya bekerja di Kuwait, keluarga
menerima beberapa kali uang untuk membiayai keperluan
keluarga. Masitoh, berangkat ke Kuwait melalui PT
Avinda Avia Duta, sebuah PJTKI yang di Ponorogo yang
bekerja sama dengan PJTKI PT Datun Adisanta Jakarta.

Mulyadi menyayangkan kelambatan pengurusan jenazah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di Kuwait. Menurutnya, kabar meninggalnya Masitoh diperoleh dari majikannya. Pihak keluarga baru mendapatkan kepastian kalau jenazah Masitoh dapat dipulangkan, setelah pihak Migrant Care mengurus selama dua minggu. "Seharusnya pemerintah RI, baik melalui Departemen Luar Negeri maupun Departemen Tenaga Kerja tidak percaya begitu saja dengan penyebab kematian Masitoh dengan melakukan pengusutan,"ujar Mulyadi.

Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes oleh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan spanduk Protes oleh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan spanduk
Protes Menuntut Perlindungan Bagi TKI
Protes TKI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TKI Meninggal di Abu Dhabi
TKI Bingung dengan Aturan Baru Bandara
Pemerintah Didesak Usut Kematian Suprihatin
Pemerintah Benahi Proses Pemulangan TKI di Terminal 3
Peringatan Hari Buruh 1Mei di Bundaran HI
Farid Gaban : Heran Sikap Polisi Bubarkan Paksa Aksi damai
Hingga Februari TKI Karawang Kirim Rp 2,4 Miliar
Buruh Kontrak Hanya Untungkan Pengusaha
TKW Asal Lampung Terancam Hukuman Mati
Pemerintah Akan Buat Shelter Untuk TKI di Luar Negeri
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak
> selengkapnya...

Website

Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data