|
Nasional
Pengurus Partai Demokrat Berseteru Tak Dapat Suara
Sabtu, 21 Mei 2005 | 21:35 WIB
TEMPO Interaktif, Sanur:Persoalan dewan pimpinan daerah (DPD) dan cabang (DPC) ganda di sejumlah daerah akan diputuskan Minggu (22/5). Tim Lima akan memutuskan tidak akan memberikan suara kepada DPD atau DPC yang tidak bisa didamaikan. "Dua-duanya tidak diberi suara,"ujar anggota Tim Lima, Achmad Mubarok kepada pers di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali, Sabtu (21/5) petang.
Alternatif ini, menurut Mubarok, sesuai dengan arahan sesepuh Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. "Ini sesuai dengan arahan Pak SBY,"ujarnya. Pagi tadi, SBY telah mempertemukan pengurus DPD atau DPC yang
berseteru. Besok, Tim Lima akan memutuskan.
Jika keduanya tidak mengalah, keduanya tidak akan mendapat suara. "Upaya ini dilakukan semata-mata untuk kepentingan kongres, bukan untuk mendamaikan
pengurus yang berseteru,"kata Mubarok.
Jika alternatif terburuk itu yang dijatuhkan kepada seluruh DPD atau DPC bermasalah, menurut Mubarok, ada 28 DPD dan DPC dari hampir 500 suara yang tidak berhak atas pemilihan ketua. "Tidak signifikan,"katanya.
Endri Kurniawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|