|
Sepakbola
Bajul Ijo Gasak Persela Lamongan 2-1
Sabtu, 21 Mei 2005 | 21:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gol Uston Nawawi di menit terakhir membuat Persebaya menumbangkan tuan rumah Persela, Lamongan 2-1 (1-0) dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia 2005, Sabtu (21/5).
Pertandingan dua musuh bebuyutan di Gelora Surajaya, Lamongan, Jawa timur yang disaksikan 15 ribu penonton itu berlangsung ketat. Bajul Ijo, julukan Persebaya yang tampil dalam keadaan terluka setelah rekor tak terkalahkannya patah di Makassar bertekad menumpahkan dendam. Apalagi, di pertemuan terakhir liga tahun lalu, Persebaya dipermalukan Persela 0-1 di Surabaya.
Kemenangan Persebaya dibuka lewat kecerdikan penyerang mungil Rahel Tuasalamony. Di menit ke-21, memanfaatkan umpan Mursyid Effendi yang membantu serangan, Rahel mengecoh barisan belakang Persela. Saat itu, Kleber Santos dan rekan-rekannya menduga Rahel berada dalam posisi berhadapan dengan penjaga gawang Endra Prasetya, dengan tenang Rahel mengecoh kiper yang pernah tiga musim membela Persebaya itu, Gol!
Di babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Ambisi Persela untuk menyamakan kedudukan diimbangi dukungan suporter ekstra-fanatik. Tercatat lebih dari lima kali hujan lemparan benda-benda keras ke tengah lapangan saat terjadi ketegangan di antara pemain. Bahkan, LA Mania yang menonton di belakang bangku cadangan Persebaya meneror pelatih Jacksen F. Tiago dengan teriakan-teriakan rasisme. Selain mencemooh warna kulit Jacksen, mereka juga menirukan gonggongan anjing setiap kali pria asal Brazil itu bangkit memberikan instruksi kepada pemainnya.
Gol balasan Persela terjadi di menit ke-61. Tembakaan jarak jauh Kleber memanfaatkan umpan tendangan bebas Oscar Aravena gagal dibendung Zeng Cheng. Terhalang pagar betis rekan-rekannya, penjaga gawang Persebaya asal China yang tercatat sebagai kiper tertinggi di Liga Indonesia itu salah mengantisipasi tendangan mendatar Kleber.
Berhasil mencetak gol, Persela merasa di atas angin. Namun, serangan trio Aravena-Zaenal Arifin-Colly Misrun selalu kandas melawan disiplinnya pertahanan Bejo Sugiyantoro dkk.
Tujuh menit menjelang akhir pertandingan, Jacksen menarik Rahel dan menggantinya dengan Uston Nawawi. Pergantian pemain ini membuahkan keberuntungan bagi Persebaya. Tepat di menit ke-90, kerjasama segitiga Anang Ma’ruf-Slamet Nurcahyono dan Uston membuahkan gol kemenangan. Dari jarak sekitar 25 meter, tendangan kaki kanan Uston membentur tangan Endra dan menggetarkan jala gawang Persela. Gol di menit akhir itu pun semakin membuat Persela terpuruk ke papan bawah.
Berada di kamar ganti di bawah penjagaan ketat petugas keamanan, Jacksen memuji Danilo dkk. "Itu berkat kerja keras para pemain. Mereka sadar, ini permainan yang penuh gengsi dan sangat emosional bagi kedua,"katanya.
Uston merasa dirinya telah mengantongi kelemahan kiper lawan. "Endra agak lemah pada bola-bola bawah. Sebenarnya tendangan saya itu spekulasi saja,"ujar mantan gelandang timnas itu.
Dari kubu Persela, manajer tim Masfuk belum berniat mencopot pelatih Mustaqim meski timnya kalah di kandang untuk kedua kali berturut-turut.
Jojo Raharjo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|