|
Sepakbola
The Lassak Memang Jago Kandang
Sabtu, 21 Mei 2005 | 19:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Persekabpas Wilis FC, Pasuruan, Jawa Timur kembali makan korban. Dalam pertandingan lanjutan Liga Djarum Indonesia 2005, di stadion Wilis Madiun, Sabtu (21/5), menaklukkan Ayam Kinanta PSMS Medan, 2 kosong.
Gol pertama disarangkan Siswanto pada menit ke 56, dan gol kedua dicetak lewat sundulan siplontos Andre Gobah, setelah menerima umpan dari Siswanto, pada menit ke 60.
Sejak wasit Suprihatin meniup peluit tanda pertandingan mulai, pola bermain kasar diperlihatkan pemain PSMS. Belum genap 10 menit di awal babak pertama, Pengampu pertandingan sudah mengeluarkan 3 kartu kuning.
Pola permainan penuh emosi ini, akhirnya membuahkan 5 kartu kuning (Persekabpas 2, dan PSMS 3), serta 1 kartu merah. Satu-satunya kartu merah dikeluarkan wasit asal Magelang ini, pada menit ke 47 kepada Pemain PSMS, Risdianto, setelah kedapatan 2 kali kartu kuning.
Arsitek Persekabpas, Subangkit, sudah memprediksikan dari awal pola permainan kasar Ayam Kinatan. "Saya mendapatkan informasi dari teman di Deltras, jika PSMS pola mainnya kasar,"ujar Subangkit. Untuk menjaga pola permainan tetap stabil, Subangkit, terus-menerus memompa semangat anak asuhnya untuk tidak meladeni pola kasar PSMS.
Namun, meski akibat pertandingan ini, dua striker Persekabpas, Andre Gobah dan Siswanto harus ditandu keluar lapangan karena cidera, Subangkit tetap mensukuri kemenangan timnya. "Kami tetap mensukuri hasil maksimal yang telah diperlihatkan para pemain, meski harus memaksa beberapa orang keluar dengan ditandu,"katanya.
Dua gol yang dipersembahkan, karena memanfaatkan jumlah pemain PSMS yang hanya 10 orang ini, menurut Subangkit merupakan resiko yang harus diterima PSMS karena telah bermain kasar.
Di kubu PSMS, Randiman T, Manger tim, mengungkapkan kekesalannya akibat kekalahan timnya dengan mengumpat wasit. "Wasit telah bikin malu persepakbolaan Indonesia,"ungkap Randiman, dengan nada emosi.
Menurutnya, kartu merah yang didapat anak buahnya, tidak perlu terjadi jika wasit berlaku adil. Meski bisa menerima kekalahan ini, namun dia terus-menerus mengungkapkan kekesalan karena Wasit dianggapnya telah pilih kasih. "Kalau wasit masih seperti ini, meski 100 tahun, sepak bola kita tidak akan maju,"ujarnya kesal.
Rohman Taufiq
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|