Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PTN Belum Bisa Mulai Sistem Dua Tahap
Jum'at, 20 Mei 2005 | 22:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rektor Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Puruhito menyatakan sulit bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melakukan dua kali proses penerimaan mahasiswa. "PTN belum siap untuk melakukan itu,"ujarnya.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo, sebelumnya menyatakan penyelenggaraan Ujian Nasional pada tahun ini akan dilakukan dalam dua tahap, Mei dan September mendatang. Terkait dengan hal tersebut, menurut Mendiknas, pemerintah juga sedang membangun sistem untuk memungkinkan PT melakukan dua kali proses penerimaan calon mahasiswa.

Menurut Puruhito, karena terkait dengan sistem administrasi Perguruan Tinggi di Indonesia yang masih mengenal pembedaan antara semester gasal dan genap. "Diperlukan perubahan besar untuk menyesuaikan bila ingin melakukan penerimaan dua kali,"ujarnya.

Disamping itu, menurut Puruhito, kesulitan ini juga terkait masalah sistem anggaran pemerintah. Tahun anggaran pemerintah yang berbeda dengan tahun akademik, membuat anggaran untuk semester gasal misalnya, baru diterima pada semester genap.

Dengan sistem dua tahap, menurut Menteri, akan memberikan fleksibilitas tinggi bagi siswa untuk dapat memilih waktu dalam mempersiapkan dirinya mengikuti ujian. "Tujuannya untuk memberikan pelayanan lebih baik pada siswa,"ujar Bambang.

Panitia Tetap Pusat Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) sebelumnya juga telah mengumumkan SPMB tahun ini akan tetap dilakukan dalam satu tahap, dimana ujiannya pada 6 dan 7 Juli mendatang. Dengan ketetapan ini, siswa setingkat sekolah Menengah Atas yang mengikuti Ujian Negera tahap kedua tidak akan dapat diterima di PT pada kesempatan tahun ini.

Puruhito menyatakan, terdapat kesulitan bagi pihak panitia untuk melakukan dua kali SPMB. Alasannya, persiapan SPMB membutuhkan waktu lama mulai dari penyusunan, pembuatan soal sampai pada pengumumannya. "Sudah sejak lama begitu urutannya. Bakal sulit menyesuaikan waktu untuk mengubah,"katanya.

Rinaldi D Gultom

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana sekolah Pelita Harapan di Karawaci, Tangerang , 11 Mei 2001 [ Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/70/2001; 20010629 ]. Suasana melihat hasil Sipenmaru/ UMPTN di Senayan, Jakarta [TEMPO/ Rini PWI; 3d/486/91; 2001/05/23].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indra Djati : Tak Perlu Khawatir Dua Tahap Ujian Negara
Ujian Nasional Dapat Gunakan Dana Evaluasi
DPR Temukan Pungutan UN di Daerah
Sekolah Tetap Boleh Terima Dana Hibah
Pemerintah Diminta Segera Sahkan RPP SNP
Rektor UGM Peringatkan Pendemo
Ketua BEM UGM Dilaporkan Rektor
Rektor Tidak Hadiri Dialog Terbuka UGM
Demo Pelajar di Yogyakarta
Yudhoyono Didaulat Sebagai Bapak Komersialisasi Pendidikan
> selengkapnya...


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data