Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Menhub : Manajemen Pengendalian KA Belum Memadai
Jum'at, 20 Mei 2005 | 18:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, menyesalkan terjadinya tabrakan kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang) dan kereta penumpang Fajar Utama, Kamis (10/5) malam. Banyaknya kecelakaan kereta api, akibat faktor sumber daya manusia sebagai pengelola. "Departemen Perhubungan akan segera melakukan pengkajian dan pembenahan manajemen di dalam PT Kereta Api Indonesia (PT KAI),"kata menteri saat melihat lokasi kecelakaan, Jumat (20/5) siang.

Kecelakaan di perlintasan kereta api Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung itu, mengakibatkan empat orang tewas, dan belasan lainnya dirawat di rumah sakit. Selain SDM yang lemah, menurut Hatta, juga disebabkan manajemen pengendalian
kereta api yang belum memadai. "Dalam waktu dekat, Dephub dan pihak terkait lainnya akan melakukan diskusi mendalam, untuk mengetahui akar persoalan maraknya penyebab kecelakaan kereta di Indonesia,"katanya.

Untuk mencegah meningkat kecelakaan, Dephub akan membangun rel kereta api dari stasiun Rejosari, Natar menuju Tarahan, Lampung Selatan. Rel sepanjang
19,5 kilometer itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 6 miliar perkilometernya. Pembangunan itu selain melibatkan PT KAI, juga akan mengikutsertakan PT Bukit Asam (pemilik tambang batubara) dan Perusahan
Listrik Negara (PLN). "Dengan demikian, rel kereta api babaranjang dari dari stasiun Rejosari tidak lagi melewati rel dalam kota, karena resiko kecelakaannya tinggi, dan rel cepat aus,"kata Menteri Hatta.

Poltabes Bandar Lampung, sudah memeriksa 22 orang saksi,
terkait kecelakaan tersebut. Mereka terdiri dari awak babaranjang, para penumpang kereta, dan saksi mata. Diantara saksi yang diperiksa adalah masinis babaranjang, Rizal Muhlis, asisten masinis Mukholis, kondektur Maryoto, dan pelayanan kereta api Samijo.

Menurut kepala Poltabes Bandar Lampung, Komisaris Polisi Imam Djauhari, para saksi itu diminta keterangannya terkait kronologis dan penyebab kecelakaan. Polisi juga akan meminta keterangan pada tim ahli dari PT
KAI. "Kami harus minta keterangan dari saksi ahli terlebih dahulu, karena mereka yang paling tahu penyebab siapa yang benar dan salah, soal penyebab
kecelakaan,"kata Imam.

Fadilasari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penumpang memadati gerbong kereta listrik (KRL) di Stasiun KA (Kereta Api) Pasar Minggu, Jakarta, 29 Maret 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/094/2001; 20010425]. Menteri Perhubungan, Agum Gumelar memegang kepalanya dalam acara dengar pendapat dengan komisi V  di Gedung DPR, 23 Januari 2002 [ TEMPO /Bagus Indahono; K8A/133/2002; 20020629 ]
Penumpang KRL
Agum Gumelar tertunduk
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tabrakan Kereta Api di Lampung 4 Tewas
Landasan Penerbangan Perintis Akan Diperpanjang
Sebanyak 49 Orang Tewas di Rel Kereta Api
Mahasiswa Minta Gubernur Ganti Direksi PT Bukit Asam
Penjaga Perlintasan Tewas Terserempet Kereta
Cina Akan Bangun Infrastruktur Kereta Api
Menteri Perhubungan Minta Pegawai Kereta Api Tak Mogok
Pegawai dan Pensiunan PT Kereta Api Gelar Demo
Lagi, Kecelakaan Kereta di Jepang
Kecelakaan Kereta Kembali Terjadi di Jepang
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal
Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara

Website

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data