Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ketua MPR Dukung Perombakan Kabinet
Kamis, 19 Mei 2005 | 16:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung rencana perombakan (reshuffle) kabinet yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terlebih perombakan itu merupakan upaya pemerintah untuk memberantas korupsi.

Menurut Hidayat, siapapun yang terlibat korupsi harus ditindak tegas tidak terkecuali mereka yang duduk di kabinet.

“Dalam kontrak politik antara PKS dan SBY-JK, pemberantan korupsi adalah salah satu dari kontrak itu. Sehingga siapapun yang terlibat, harus ditindak tegas karena itu komitmen kami. Tindakan tegas itu berlaku bagi siapa saja tidak hanya yang berada di kabinet,” kata Hidayat di Yogyakarta, Kamis (19/5).

Hidayat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan Refleksi Tujuh Tahun Reformasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa UGM. Selain Hidayat, pembicara lain adalah politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Prof Dr Mahfud MD.

Menurut Hidayat, penanganan kasus korupsi harus dilakukan secara transparan dan tidak membeda-bedakan. Penegakkan hukum, tambahnya, harus diberlakukan secara adil bagi siapa saja tanpa mengenal jabatan dan status mereka.

“Dalam kasus KPU itu, mestinya anggota DPR yang menerima dana itu langsung disebut namanya. Jangan hanya melahirkan wacana. Sebut nama orangnya jangan hanya menyebut institusi. Sebab institusi tidak bersalah, yang salah adalah orangnya. Menurut saya, akan sangat bagus jika kawan di KPU itu menyebut nama orangnya bukan hanya lembaganya,” kata Hidayat mengomentari soal korupsi di KPU.

Hidayat sendiri mengaku pernah menjadi korban fitnah saat beberapa pihak menyatakan anggota MPR jalan-jalan ke luar negeri dengan biaya Rp 22 miliar. “Itu kan fitnah karena kami tidak pernah melakukan itu. Jadi untuk menghindari fitnah, semuanya harus transparan,” ujarnya.

syaiful amin


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PKB Dukung Perombakan Kabinet
Agung Laksono Minta Evaluasi Kabinet
Presiden Tegur Menteri Tak Berpihak ke Rakyat
Pengamat: Pemerintah Perlu Buat Keppres Ukur Kinerja Kabinet
Reshuffle Kabinet Sekedar Wacana
Hari Sabarno Sampaikan Masalah Utama Indonesia
Hari Sabarno Bertemu Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Minta Yudoyono Bertemu Langsung
Megawati Belum Siapkan Pengganti Yudhoyono
Amien Rais Dukung Pengunduran Diri SBY
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 101 Tahun 2001 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Menteri Negara Sebagaimana Telah Beberapa Kali DiUbah Terakhir Dengan Keppres No. 47 Tahun 2003

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data