Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jerman dan Australia Rehabilitasi RSU Zainoel Abidin
Kamis, 19 Mei 2005 | 12:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Jerman dan Australia sepakat bekerja sama untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh.

Pemerintah Jerman diwakili Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) dan dari Australia diwakili oleh Australia-Indonesia Partnership for Reconstruction and Development.

Kesepakatan ditandatangani hari ini (19/5) di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Dalam kesepakatan ini kedua pemerintah sepakat juga untuk melanjutkan bantuan militer dan organisasi-organisasi bantuan sipil. Selain itu, kerja sama juga bertujuan untuk memulihkan pelayanan kesehatan yang memadai dan berfungsinya kembali pelatihan dan manajem rumah sakit tersebut.

Jerman akan menyediakan sebesar Euro 13 juta atau setara dengan US$ 16 juta sebagai komitmen awal tahun 2005. Kontribusi awal Australia sendiri mencapai AUS$ 10 juta.

Direktur RSU Zainoel Abidin Rus Munandar, usai acara penandatanganan kerja sama Pemerintah Jerman-Australia, mengatakan dengan bantuan sebesar US$ 40 juta itu RSU Zainoel Abidin dipersiapkan untuk menjadi rumah sakit tipe I. "Seperti RSCM di Jakarta," ujarnya.

Menurut Rus, rekonstruksi rumah sakit akan disesuaikan dengan master plan yang disusun oleh sebuah tim yang terdiri dari Pemerintah Jerman, Australia, dan Indonesia.

Master plan itu akan mendapat masukan dari komunitas rumah sakit terlebih dahulu. "Rencananya selesai September nanti, akan disosialisasikan ke komunitas rumah sakit, pemda, dan DPRD NAD," katanya.

Rekonstruksi rumah sakit dilakukan mulai Januari tahun depan. Rekonstruksi, kata Rus, tidak hanya dengan rehabilitasi gedung, tapi juga tenaga rumah sakit.

Saat ini, RSU umum terbesar di Aceh ini baru 50 persen pelayanan yang dioperasikan. Dari sebanyak 400 tempat tidur, baru 200 yang dioperasikan. Rencananya dengan target menjadi rumah sakit tipe I, pihak rumah sakit akan menambah jumlah tempat tidur hingga 600 unit.

Dana sebesar US$ 49 juta itu untuk tiga tahun masa rekonstruksi sesuai dengan master plan. Bantuan ini akan diserahkan ke Departemen Keuangan.

ami afriatni

ami afriatni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dana Untuk Badan Rekonstruksi Cair Rp 30 Miliar
Tertib Sipil Aceh Mulai Besok
Menhut Tolak Impor Kayu Untuk Aceh
Anggaran Rekonstruksi Aceh Belum Turun
Deputi Menlu AS Kunjungi Aceh
Menteri Pertanian Menjenguk Farid Faqih
Sebagian Bantuan Masih Tertahan di Pelabuhan
Sebagian Pengungsi Belum Terima Jaminan Hidup
Parlemen Jepang Puas atas Transparansi Bantuan Bencana
Kuntoro: Dikorupsi, Bantuan Asing Akan Dihentikan
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data