|
Lima Perusahaan Amerika Segera Pasok Kayu ke Aceh
Rabu, 18 Mei 2005 | 18:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski Menteri Kehutanan M.S. Kaban melarang kayu impor untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, lima perusahaan kayu besar dari Amerika Serikat menyatakan akan segera memasoknya.
Kelima perusahaan itu adalah Weyerhauser, Georgia-Pacific, Potlatch, Lousiana Pacific, dan Interfor. Mereka sepakat menyumbang 50 kontainer atau setara dengan 2.000 meter kubik kayu gergajian secara gratis. Jumlah itu untuk membangun 1.200 rumah tipe 36.
Direktur Greenomics Indonesia Elfian Effendi mengatakan, kelima perusahaan itu menyatakan siap mengirimkan kayu saat Greenomics dan utusan pemerintah Indonesia bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Kayu Amerika (American Forest and Paper Asociation) di Washington pada 12 ? 13 Mei lalu.
"Selain kelima perusahaan itu, ada tiga perusahaan lagi yang akan menyusul," kata Elfian yang didampingi Vanda Meutia Dewi, Koordinator Nasional Program Bantuan Kayu Untuk Aceh, kepada Tempo, Rabu (18/5).
Pertemuan bertajuk Timber for Aceh di Washtington itu juga dihadiri Pejabat Gubernur Aceh Azwar Abubakar dan Kemal Stamboek mewakili Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi Aceh.
Kelima perusahaan kayu Amerika yang telah memiliki sertifikat pengelolaan hutan lestrai itu, menyatakan kayu-kayu yang akan dipasok ke Aceh akan melalui proses penyesuaian agar cocok digunakan untuk daerah tropis. "Mereka antusias sekali untuk menyumbang kayu," kata Elfian.
Seusai bertemu pengusaha kayu Amerika, Elfian dan rombongan juga memberi presentasi di Tsunami Summit yang antara lain dihadiri George Bush dan Bill Clinton, dua mantan presiden Amerika yang ditunjuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengkoordinasikan bantuan asing bagi korban gempa dan tsunami.
Menurut Elfian, kayu impor adalah bantuan tambahan di luar kesepakatan awal antara pemerintah dan negara donor.
Menteri Kehutanan MS Kaban sebelumnya mengingatkan Badan Rekonstruksi Aceh untuk tidak mengimpor kayu tanpa izin dari departemennya. Sebab, kebutuhan kayu di Aceh masih bisa dipenuhi dari pasokan dalam negeri. Yuswardi A. Suud
INDEKS BERITA LAINNYA :
|