|
Australia Anggap Surat Tak Berkaitan dengan Corby
Selasa, 17 Mei 2005 | 13:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Surat dari pemerintah Australia yang dikirimkan menjelang vonis bagi Schapelle Corby, terdakwa penyelundup mariyuana, hanya menjelaskan bahwa ada penyidikan di bandara Sidney, Australia. "Jadi tidak ada kaitannya dengan kasus Corby," ujar juru bicara Kedutaan Australia Elizabeth O' Neil kepada Tempo, Selasa (17/5).
O'Neil mengatakan, surat ditulis oleh Sekretaris Pertama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia Rod Smith, dan bukan Jaksa Agung. Menurut dia, ini bukan usaha melakukan intervensi atas pengadilan di Indonesia.
"Pemerintah Australia mengetahui bahwa pengadilan Indonesia tidak bisa diintervensi. Hakim juga sudah mengatakan hal itu," ujarnya.
Surat yang diberikan kepada pengacara Corby, Lili Lubis, ujar O'Neil, merupakan penjelasan bahwa ada penyidikan di Bandara Sidney yang terkait dengan sindikat kokain. "Jadi bukan mariyuana. Ini tidak ada hubungannya sama sekali," ujarnya.
Penjelasan diminta pengacara Corby sebagai bukti bahwa ada penyidikan terhadap sindikat yang melibatkan para tenaga pengangkut di bandara. Hal itu, kata O'Neil, dimanfaatkan pengacara Corby untuk menunjukkan bahwa sindikat menggunakan para karyawan di bandara untuk menyalurkan obat bius.
Penyidikan, menurut dia, belum ada hasilnya dan masih berlanjut. Ditanyakan adakah kemungkinan bukti ini akan diajukan ke pengadilan, O'Neil mengatakan, pemerintah Australia tahu itu tidak mungkin. "Mungkin ada upaya kalau di tingkat banding," ujarnya.
Duta Besar Indonesia untuk Australia Imron Cotan menjelaskan, surat itu tertanggal 13 Mei 2005 dan dikirimkan kepada pengacara Corby, Lili Lubis. Surat itu ditulis sebagai jawaban atas permintaan kantor pengacara Corby yang menanyakan apakah ada lalu lintas sindikat narkoba dari Australia. Yophiandi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|