Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR Bentuk Tim Pembebasan Sandera di Filipina
Selasa, 17 Mei 2005 | 02:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Luar Negeri (Komisi I) DPR membentuk tim pembebasan warga Indonesia yang kini disandera di Mindanao, Filipina Selatan. "Dalam tujuh hari ini, akan berangkat. Saat ini sedang disiapkan segala sesuatunya," ujar Ketua Komisi Theo L. Sambuaga kepada Tempo, Senin (16/5).

Tim dipimpin oleh Fanny Habibie dengan anggota Ade Nasution, Yuddi Crisnandy, dan Ali Mochtar Ngabalin. Theo mengatakan, tim akan berusaha membebaskan para sandera dengan melobi parlemen dan pemerintah Filipina. "Pokoknya siapa pun, termasuk tokoh masyarakat di sana. Siapapun yang bisa membantu," ujar Theo.

Theo dan para pemimpin Komisi I di DPR, Senin (16/5) sore, bertemu Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan anggota Kelompok Kerja Mindanao. Menteri, kata Theo, sudah menyampaikan langkah yang dilakukan Kelompok Kerja dan Departemen Luar Negeri untuk menangani masalah ini.

Dia mengatakan, Menteri mengakui bahwa kasus ini memang terkesan tertutup. Karena, katanya, sampai saat ini, pemerintah belum tahu pasti kelompok penyandera Ahmad Resmiadi, Layamin Labuso, dan Erikson Hutagaol itu.

Namun, menurut Djoko Susilo, anggota Komisi Luar Negeri, pemerintah masih belum serius menangani masalah ini. Ia merujuk pada kasus Meutya Hafidz dan Budiyanto, dua wartawan Metro TV yang disandera di Irak. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai harus turun tangan. Yophiandi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521]. Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521].
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Seorang TKI Tewas di Malaysia
Menunggu Kontribusi Komisi Ahli PBB
Deplu Bentuk Pokja Pembebasan Tiga WNI di Filipina Selatan
Tiga WNI Diculik di Filipina Selatan
Australia Diminta Tahan Pelanggar Batas Laut di Darat
Pemerintah Minta Swedia Tetap Cegah Tiro dkk Pimpin Pemberontakan
Indonesia Protes Insiden Ambalat ke Malaysia
Deplu Siap Jelaskan Pembelian Rumah di Luar Negeri
Deplu Minta Tambahan Anggaran
Indonesia Masih Beri Waktu Myanmar Jalankan Demoktratisasi
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data