|
BI Belum Sepakat Harga Jual Bank Indover
Selasa, 17 Mei 2005 | 01:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan belum ada kesepakatan dengan penawar utama, Crosby, tentang penjualan anak perusahaannya, Bank Indover. Komisi Keuangan dan Perbankan DPR dan Bank Indonesia sepakat untuk menentukan waktu khusus guna membahas soal ini.
"Dalam bulan ini, paling lambat bulan depan, sebelum reses, DPR akan minta penjelasan BI (membahas pelepasan Bank Indover)," ujar Ketua Komisi Paskah Suzetta, Senin (16/5) di Jakarta. Hal ini kemudian disambut baik oleh Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.
Sebelumnya, anggota Komisi dari PKS Rama Pratama mempertanyakan kondisi transaksi penjualan Bank Indover. "Khususnya tentang kepastian pengembalian aset BI di Bank Indover, bagaimana kondisi terakhirnya?" katanya.
Walaupun target penyelesaian divestasi Bank Indover masih pada 2009, Rama menilai, besarnya biaya yang sudah dikeluarkan untuk proses divestasi harus dipertanggungjawabkan segera. "Kalau perlu harus ada audit khusus BPK untuk menyoal kasus ini."
Atas pertanyaan ini, deputi gubernur BI Aslim Tadjuddin menjelaskan BI sangat hati-hati dalam proses divestasi Bank Indover. "Memang kami sangat berhati-hati dalam proses ini," tuturnya.
Proses divestasi, menurut dia, sebetulnya sudah sejak 2002 dan bahkan sebelum krisis telah dijajaki. Pada 2002 BI menggunakan ABN Amro sebagai penasihat keuangan untuk keperluan ini. Saat itu direkomendasikan pemisahan aset-aset yang buruk dengan aset-aset yang bagus. Ini telah dilakukan, juga dengan menggunakan Price WaterhouseCooper (PWC).
PWC melakukan penawaran terhadap investor yang tertarik. Dari sekitar 15 lebih investor, terdapat tiga investor yang terlihat sangat berminat. BI kemudian menentukan Crosby sebagai penawar utama. "Namun kami belum mencapai kesepakatan," tuturnya.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15 Maret 2005 merekomendasikan untuk tidak menyetujui penjualan Indover Bank senilai US$ 124,2 juta kepada Crosby. Crosby disebutkan meminta diskon harga sebesar US$ 10,88 juta dan ini tidak bisa dipenuhi. Pengembalian aset BI di Indover juga sulit dilakukan karena tidak ada jaminan penutupan transaksi dari Crosby. RR Ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|