|
Pemerintah Jawab Proposal GAM
Senin, 16 Mei 2005 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah telah mengirim jawaban kepada pemimpin Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swedia. "Kami sudah menulis jawaban dan mengirim respons atas proposal GAM," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil setelah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin.
Dalam pertemuan terakhir di Helsinki, GAM dalam proposalnya, mengajukan beberapa pertanyaan dan permintaan kepada pemerintah Indonesia. Menurut Sofyan, ada beberapa masalah penting yang dibahas di dalamnya.
Di antaranya, penetapan nama dan pengelolaan sumber daya alam di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terkait keinginan GAM untuk mendapat kesempatan melaksanakan pemerintahan sendiri. Menurut Menteri Sofyan, berbagai poin dalam proposal ini akan dikonsultasikan lagi dengan DPR.
Sofyan menegaskan, pemerintah bersungguh-sungguh dalam upaya menyelesaikan masalah Aceh. Salah satu bukti kesungguhan ini, kata Sofyan, adalah rencana pemerintah untuk mencabut status darurat sipil di Aceh.
Pertemuan ke-4 antara delegasi RI dan GAM dijadwalkan berlangsung 26 Mei mendatang. Sebagaimana biasa, pertemuan yang difasilitasi mantan Presiden Finlandia Marthi Ahtisaari, akan berlangsung di Helsinki, ibu kota Finlandia.
Menutut Sofjan, tidak menutup kemungkinan, pembicaraan kedua delegasi di Helsinki nanti, akan berubah menjadi formal. "Jika kedua delegasi sudah mencapai kesepakatan yang jelas," kata Sofjan. Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|