|
Nasional
Presiden: Polisi Harus Lebih Kreatif Dalam Berantas Terorisme
Jum'at, 13 Mei 2005 | 17:07 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa terorisme tidak statis, tapi terus berkembang dengan meningkatkan akal dan persenjataan. Karena itu, polisi pun harus lebih kreatif dalam memberantas terorisme, mengingat Indonesia tidak pernah sepi dari tindakan kejahatan.
"Para taruna Akademi Kepolisian juga harus memiliki kemampuan bertaraf internasional," kata Presiden saat meninjau Pusat Latihan Anti Teror Platina dan Jakarta Centre for Law Enforcement (JCLEC) di komplek Akademi Kepolisian Semarang, Jumat (13/5).
Dalam memberantas kejahatan, lanjutnya, polisi dan taruna harus memenuhi rumus 3K1P, yakni kecepatan, keberanian, ketepatan, dan pendadakan.
JECLEC, menurut Presiden, bisa dijadikan center of excellence sebagai pusat latihan Internasional untuk menangani terorisme. Selain itu, Presiden juga berpesan kepada para polisi untuk terus mengemban tugas dalam meningkatkan public service, public security dan law enforcement. Sohirin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/23/s_K18A04405_high_thumb.jpg) |
![Poster daftar pencarian orang (DPO) yang dipasang di tembok Gedung Jaya, Jakarta, 2 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/036/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/14/s_K18A03608_high_thumb.jpg) |
|
|
| Poster Daftar Pencarian Orang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|