|
Nasional
Leher Pendemo di Abepura Disuntik Zat Misterius
Jum'at, 13 Mei 2005 | 16:12 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Tiga puluh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung, Jumat (13/05) berdemo ke markas Polwiltabes Bandung. Seorang mahasiswa Papua yang memakai pakaian adat, mengusung busur dan anak panah melempari markas polisi itu dengan tomat. Mereka protes atas kekerasan yang terjadi di Abepura, Selasa (10/05) lalu.
Para mahasiswa meminta Kapolri Jenderal Polisi
Dai Bachtiar, Kapolda Papua, dan Kapolresta Jayapura
dipecat. Menurut Anggota Kelompok Studi Papua Bandung, Oktavianus Takimae, yang memimpin aksi unjuk rasa itu, selain melakukan kekerasan, tiga orang mahasiswa sempat disuntik zat tidak dikenal di lehernya ketika ditangkap aparat kepolisian. Ketiganya, yakni Jefta, Milka,
dan Raga disuntik ketika hendak diangkut bersama
korban lain ke dalam mobil dalmas untuk dibawa ke
Polresta Jayapura.
Menurut informasi yang diterima mahasiwa Universitas
Pasundan Jurusan Hubungan Internasional itu, ketiganya
sempat diperiksa di Rumah Sakit Katolik Dian Harapan
di Waena Jayapura karena curiga mengenai zat yang
disuntikkan kepada ketiganya. Hingga sekarang, ia
belum mendapat informasi isi zat yang disuntikkan
tersebut. "Kabarnya keluhan mereka setelah disuntik
beberapa saat kemudian pas diangkut, badannya mulai
agak panas-panas,"ujar Okta.
Para pengunjuk rasa menilai bentrokan yang terjadi di Abepura-Jayapura tersebut merupakan pelanggaran HAM berat. Merekan tak setuju para pelaku kekerasan dari kepolisian cuma di mutasi. "sepertinya mau diputihkan dengan mutasi. Lalu dianggap selesai masalahnya. Harus apa pengusutan lebih lanjut,"kata Okta.
Ahmad Fikri
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|