|
Nasional
Pakai Atribut dan Fasilitas TNI, Dipecat
Kamis, 12 Mei 2005 | 16:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengancam, akan memecat prajuritnya atau anggota TNI yang ikut pemilihan kepala daerah (pilkada) jika terbukti menggunakan fasilitas, atribut, maupun, personil TNI dalam rangka mendukung kampanyenya. Sampai saat ini sudah ada 6 anggota TNI yang telah mencalonkan diri ikut pilkada Juni mendatang.
Selain mengancam memecat, Sutarto juga mengingatkan para anggota TNI tidak mencantumkan pangkat mereka saat mengikuti pemilihan ataupun setelah terpilih menjadi Kepala Daerah.
Mengenai ke-6 angota TNI itu, Sutarto menyatakan sudah menonaktifkan mereka dari kedinasannya di TNI. "Sudah saya non aktifkan karena saya tidak boleh menghalangi, kalau saya halangi, saya bisa diklaim oleh partai atau siapapun,"kata Sutarto, Kamis di kantor Presiden Jakarta .
Sutarto menegaskan, dirinya mengijinkan ke-6 anggota TNI itu ikut Pilkada karena dibolehkan Undang-Undang tetapi sebelum mereka resmi mencalonkan diri, Panglima meminta mereka membuat pernyataan tidak menggunakan semua fasilitas dan atribut TNI. Termasuk fasilitas memperoleh ajudan bagi Perwira Tinggi.
Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Dalam Negeri M. Maruf menegaskan, TNI tidak boleh mencantumkan atau menggunakan pangkatnya saat mengikuti pilkada. "O tidak, kan, ketentuan UU Pegawai Negeri Sipil harus mengundurkan diri dari jabatan negerinya. Kalau TNI dan Polri, ya, tinggalkan jabatan mereka dan pangkatnya," ujar Maruf.
Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|