|
Nasional
Panglima TNI: Ada Peningkatan Jumlah GAM
Kamis, 12 Mei 2005 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, mengungkapkan pascatsunami ada peningkatan jumlah anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Para tahanan yang lepas diduga banyak yang bergabung kembali.
"Ada peningkatan sedikit, dari evaluasi kita kemarin, saat tsunami banyak tahanan yang lepas dan mereka bergabung kembali," ujar Endriartono sesaat sebelum mengikuti Rapat Kabinet di Kantor Presiden, Kamis (12/5).
Disamping adanya peningkatan GAM, Endriartono juga mengakui TNI kehilangan banyak senjata terutama saat tsunami menghancurkan beberapa asrama Polri. Mengenai hal ini, dia juga menegaskan, senjata-senjata sudah direbut kembali oleh TNI.
Mengenai status darurat sipil di Aceh, apakah diperpanjang atau tidak, ia menyatakan
sampai saat ini masih ada perampokan, penculikan maupun penyerangan dari pihak GAM. Mereka juga masih meminta pajak nanggroe dengan menggunakan senjata, sehingga TNI masih menganggap perlu adanya jaminan keamanan dari gangguan GAM.
TNI sendiri, lanjut Endriartono, tidak mempermasalahkan apakah pemerintah memperpanjang atau menghentikan darurat sipil. Namun, "Kam masih melihat realitas di lapangan GAM itu masih ada," kata dia. Hal itu masih dirasa sebagai gangguan, baik terhadap masyarakat maupun proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh.
"Kami tidak ingin proses rekonstruksi dan rehabilitasi tersendat hanya karena adanya gangguan keamanan," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah sudah merencanakan akan membentuk tim kecil untuk mengkaji dan memberikan rekomendasi kepada Presiden apakah status darurat sipil diperpanjang atau tidak. Mengenai hal itu, Endriartono mengungkapkan dirinya belum mengetahui secara jelas tugas maupun anggota tim kecil itu. "Menko Pol Hukam yang menentukan," jawabnya singkat. Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40702_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kanan) berbincang-bincang dengan Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia), Jenderal TNI Endriartono Sutarto saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40701_high_thumb.jpg) |
| Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
|
|
| Endriartono Sutarto dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|