|
Nasional
MUI Minta Pemerintah Proporsional Tangani Aliran Sesat
Rabu, 11 Mei 2005 | 19:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan meminta pemerintah bersikap proporsional dalam menangani aliran sesat di lapangan.
"Mereka kan sasaran dakwah kita juga sehingga perlu dirangkul," kata Amidhan di kompleks kantor wakil presiden, Rabu (11/5).
Hal itu, kata dia, merupakan satu dari tiga rekomendasi yang telah dikaji oleh MUI pada rapat Dewan Pengurus Harian awal pekan ini. Sikap proporsional itu diharapkan dapat menyelesaikan masalah secara baik, sehingga justru tidak menyuburkan kemunculan aliran sesat di tanah air.
Seperti diketahui beberapa hari muncul kasus salat dwibahasa yang digaungkan oleh seorang muamalaf Mochammad Yusman Roy menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat Malang, Jawa Timur.
Roy, yang baru mengenal Islam selama dua tahun ini, mengeluarkan fatwa soal bolehnya umat melakukan salat dengan berbahasa Indonesia. Akibat tindakannya ini, MUI Jawa Timur mengharamkan ajaran Roy. Polisi juga bersikap proaktif dengan menahan Roy. Di tahanan, dia mengakui kekeliruannya.
Mengenai aliran sesat di tanah air, Amidhan mengatakan jumlahnya berdasarkan laporan masyarakat cukup banyak. Selama ini, kata dia, penanganannya dilakukan bersama Kejaksaan Agung. Budi Riza
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|